Rabu, 09 Januari 2019

Utang BUMN Disebut Berbahaya, Dengan Tegas Luhut Bilang Begini

Loading...
Loading...
utang negara, bumn, luhut

Bruniq.com - Jumlah utang BUMN saat ini tembus hingga Rp 4.800 triliun. Hal ini menjadi perhatian banyak kalangan, mulai dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga yang terkini Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid.

Menanggapi hal ini, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan utang BUMN masih dikelola dengan baik. Menurutnya, jumlah utang yang besar tak menandakan ekonomi Indonesia dalam keadaan bahaya. Pasalnya realisasi makro ekonomi Indonesia masih terjaga baik di tengah gejolak global.

"Kalau itu dianggap berbahaya, respons market pasti nggak bagus. Kan market nggak bisa dibohongin. Kalau paham ekonomi pasti tahu itu. Yang ngomong itu (bahaya) nggak paham itu," katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Meski jumlah utang membengkak, Luhut mengatakan jumlah tersebut masih dapat dikelola dengan baik, dan mendapat kepercayaan dari para investor.

"Utang itu ya ada sedikit tapi masih manageable. Kan saham bagus. Cadangan devisa kita naik. Berarti kepercayaan terhadap makro ekonomi kita bagus," katanya.

Sebagai informasi, per September 2018 utang BUMN telah menyentuh Rp 5.271 triliun. Namun total utang tersebut tidak seluruhnya utang riil.

Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro sebelumnya menjelaskan, misalnya utang BUMN di sektor keuangan, dari Rp 3.311 triliun hanya Rp 529 triliun yang merupakan utang pinjaman. Sisanya berasal dari dana pihak ketiga (DPK) Rp 2.448 triliun, serta dari premi asuransi dan sebagainya Rp 335 triliun.

Berikutnya utang riil BUMN, yaitu dari BUMN sektor non keuangan adalah 1.960 triliun. Artinya yang bisa disebut utang sebenarnya adalah Rp 1.960 triliun ditambah Rp 529 triliun, yaitu Rp 2.489 triliun.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post