Jumat, 04 Januari 2019

Sindir Andi Arief, Mantan Aktivis 98 Surabaya Kirim Paket Berisi Suplemen, Vitamin, dan Buah-buahan

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai mantan aktivis 98 Surabaya memberikan sindirian kepada Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief.

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, sindiran itu menanggapi kicauan Andi Arief terkait hoaks soal tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos.

Sekelompok orang itu memberikan sindirannya dengan cara mengirimkan paket ke kantor DPP Partai Demokrat.

Paket itu ditujukan khusus untuk Andi Arief.

Paketan dikirim melalui Kantor Pos di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Kamis (3/1/2019).

"Semoga paket ini dikonsumsi oleh Andi Arief untuk menambah vitamin otak," kata Koordinator Eksponen 1998 Surabaya, Kusnan.

Paketan tersebut ternyata berisi suplemen omega-3, vitamin B, dan buah-buahan jenis apel dan jeruk.

Pihaknya memberikan suplemen hingga buah-buahan dikarenakan, menurut Kusnan, sebagai sesama mantan aktivis, menjadi sebuah tanggung jawab moral untuk mengingatkan Andi Arief.

"Saya sangat malu dan prihatin, aktivis kok melakukan pembodohan publik, bukannya mengedukasi publik dengan politik santun dan beradab," ujarnya.

"Jangan karena nafsu politik, lantas ikut menyebar hoaks yang tidak mendidik," tambahnya.

Sebelumnya, beredar kabar mengenai adanya tujuh kontainer berisi surat pemilihan presiden yang sudah dicoblos atau terpakai.

Satu yang membuat kabar ini menjadi bahan perbincangan adalah kicauan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief, di laman Twitternya.

"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok.

Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," tulis akun @AndiArief__, pada Rabu (2/1/2019), sekitar pukul 20.05 WIB.

Berdasarkan pantauan TribunWow.com, tweet ini telah dihapus.

Selain itu ada juga berupa rekaman suara mengenai sudah dicoblosnya surat suara pilpres ini.

"Ini sekarang ada 7 kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun.

Dibuka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari Cina itu.

Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1.

Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu.

Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya," isi rekaman tersebut.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) selaku lembaga pemilu pun langsung melakukan pengecekan, Rabu (2/1/2019) malam.

Namun, setelah melakukan pengecekan dan klarifikasi terkait kabar tersebut, Ketua KPU Arief Budiman menegaskan kabar itu merupakan hoaks atau berita bohong.

"Berdasarkan keterangan dari Bea dan Cukai tidak ada berita itu. Tidak benar."

"Tidak ada juga kabar bahwa ada TNI AL yang menemukan itu."

"Tidak benar KPU telah menyita satu kontener tersebut. Semua berita itu bohong," tegas Arief Budiman, di Kantor Bea dan Cukai Tipe A 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (3/1/2018) dini hari.

Sementara itu, mengutip Kompas.com, Andi Arief menyatakan bahwa dirinya bukanlah penyebar hoaks atau informasi bohong.

Andi Arief menegaskan, kicauannya itu hanya berupa imbauan agar ada pihak yang melakukan pengecekan terkait kabar tersebut.

"Saya mengimbau supaya dilakukan pengecekan," ujar Andi Arief, Kamis (3/1/2019).

Andi Arief menegaskan, hal tersebut sudah jelas tertulis di twit yang ia buat.

Andi Arief menyayangkin ada pihak-pihak yang justru menuding bahwa dirinya adalah penyebar hoaks.

Lebih lanjut, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean memberikan pernyataan yang sama dengan Andi Arief.

Ia menilai, pernyataan Andi Arief melalui laman Twitternya soal surat suara tercoblos, bukan suatu penyebaran berita bohong.

Dikutip dari Kompas.com, Ferdinand menilai bahwa hal tersebut dilakukan oleh Andi Arief untuk memberikan kewaspadaan bagi pihak terkait.

"Andi Arief dalam twit-nya, saya baca justru mempertanyakan dan minta dicek supaya tidak menjadi hoaks."

"Twit Andi Arief itu bentuk penyampaian kewaspadaan, bentuk peringatan dini yang memiliki semangat menjaga demokrasi," ujar Ferdinand Kamis (3/1/2019).

Ferdinand menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Andi Arief adalah langkah yang benar.

Ferdinand menilai bahwa masyarakat tidak boleh cuek terhadap isu-isu yang beredar tersebut.

Twit yang ditulis oleh Andi Arief tersebut, menurut Ferdinand adalah satu langkah untuk mencegah kabar tersebut beredar ke masyarakat.

"Apa yang terjadi jika kita semua abai, cuek, dan diam terhadap sebuah isu, tapi ternyata benar. Nah maka itu lebih baik disampaikan, ditanyakan agar tidak menjadi hoaks," kata dia.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post