Senin, 14 Januari 2019

Jaksa ke Bos Abu Tours: Ke Mana Uang Rp 1,2 Triliun Jemaah?!

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Sidang dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang Abu Tours berjalan dengan agenda mendengarkan keterangan Hamzah Mamba. Terjadi adu argumen antara jaksa dan Hamzah soal aset milik Abu Tours.

Hal ini terlihat pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan RA Kartini, Makassar, Senin (14/1/2019).

Ketua tim jaksa, Nanang, mempertanyakan soal puluhan aset milik Hamzah yang diduga dibeli dengan menggunakan puluhan ribu dana jemaah Abu Tours.
"Apakah benar semua aset yang ada di dalam surat dakwaan ini milik saudara terdakwa?" tanya Nanang kepada Hamzah.

"Benar itu semua milik saya," jawab Hamzah.

Hamzah mengatakan dia mendirikan banyak cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti di Medan, Pekanbaru, Lampung, Palembang, Balikpapan, dan Makassar. Adapun aset-aset berupa kendaraan dan bangunan adalah untuk kepentingan Abu Tours.

Dari penjelasan itu, Nanang kemudian mempertanyakan soal bangunan dan anak usaha milik Abu Tours, khususnya soal anggaran yang digunakan untuk membeli aset-aset itu. Namun Hamzah berkilah bahwa aset itu tidak dibeli secara tunai.

"Saya belinya kredit. Jadi, kalau ada uang, saya cicil lagi. Seperti rumah di Depok itu untuk mes karyawan saya. Semua saya pakai untuk Abu Tours," kata Hamzah Mamba.

"Lalu kemana ini uang para jemaah hingga Rp 1,2 triliun?!" tanya Nanang kembali dengan suara tinggi.

Mendapatkan pertanyaan itu, Hamzah Mamba balik meninggikan suaranya bahwa nilai uang Rp 1,2 triliun bukan satu kali masuk ke rekeningnya. Tetapi itu adalah nilai akumulasi dari total yang didapatkan sejak berdiri pada 2012.

"Uang yang masuk untuk menutupi kerugian 2017. Rp 1,2 triliun tidak langsung masuk. Dan untuk harta, apa yang saya beli dalam bentuk cicil dan bentuk investasi seperti saya beli ruko digunakan sebagai kantor," ungkapnya.

"Pada saat saya beli aset, rata-rata saya beli kredit dan atas nama saya. Saya dapat keuntungan saya cicil beli aset. Bahkan kendaraan rata-rata semuanya untuk operasional kantor," sambungnya.

Atas jawaban Hamzah Mamba itu, ketua majelis hakim Danny Lumban Tobing meminta Hamzah berbicara jujur dan konsisten dengan jawaban-jawaban yang dikeluarkannya.


Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post