Selasa, 01 Januari 2019

Harus Bacanya Nih... Cerita Perjuangan Jokowi 3,5 Tahun Rebut 51% Saham Freeport

Loading...
Loading...
jokowi, indonesia, pemerintah

Bruniq.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan kembali sulitnya porsi kepemilikan mayoritas di PT Freeport Indonesia. Selama puluhan tahun perusahaan asal Amerika Serikat itu menggarap tambang emas dan tembaga di Papua.

Tak habis cara, Jokowi berupaya merebut mayoritas kepemilikan Freeport ke tangan Ibu Pertiwi. Freeport sempat menawarkan porsi saham 30%, namun Jokowi menolak.

Jokowi bersikeras Indonesia harus punya saham mayoritas di Freeport. Perjuangan merebut mayoritas saham itu berjalan 3,5 tahun hingga akhirnya pemerintah bisa meraup 51%.

Penasaran dengan cerita Jokowi merebut mayoritas saham di Freeport? Berikut kisahnya yang dirangkum seperti dilansir detikFinance:


Presiden Joko Widodo mengungkapkan negosiasi untuk merebut mayoritas saham di PT Freeport Indonesia tak mudah. Bahkan, langkah itu memakan waktu hingga 3,5 tahun lamanya.

Dalam laman Facebook-nya, Jokowi mengungkapkan setelah melewati masa negosiasi yang alot tersebut akhirnya Indonesia mampu mendapatkan mayoritas saham sebanyak 51%.

"Yang sulit adalah mengambil alih tambang Freeport di Papua. Negosiasinya berlangsung 3,5 tahun. Alhamdulillah, upaya panjang itu sudah membuahkan hasil. Kepemilikan saham kita di Freeport Indonesia kini menjadi 51%," kata dia dalam laman Facebooknya, Presiden Joko Widodo, Senin (31/12/2018)

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan pencapaian lain dalam sektor minyak dan gas (migas), yakni pengelolaan Blok Mahakam hingga Blok Rokan. Dari yang sebelumnya dikelola oleh asing akhirnya bisa dimiliki oleh PT Pertamina.

"Selama 50 tahun, daerah kaya minyak dan gas di Kalimantan yang dikenal dengan Blok Mahakam, dikuasai oleh kontraktor asing dari Prancis (Total E&P; Indonesie) dan Jepang (Inpex Corporation). Sejak 1 Januari 2018, Blok Mahakam kembali dikelola sepenuhnya oleh Pertamina," ungkapnya.

"Selama 50 tahun, Blok Rokan di Riau dikelola oleh perusahaan Amerika, Chevron, dan pada akhir masa kontraknya tahun 2021, blok ini sepenuhnya dikelola oleh Pertamina," sambung dia.

Selain itu, ia juga membahas pengelolaan blok migas yang dikelola asing namun dalam waktu dekat juga akan diambil alih oleh PT Pertamina. Misalnya Blok Tuban hingga Blok Sanga-Sanga.

"Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menugaskan Pertamina untuk mengelola delapan blok migas yang habis masa kontraknya tahun ini. Delapan blok itu, selain Blok Mahakam dan Blok Rokan, Blok Tuban di Jawa Timur, Blok Ogan Komering di Sumatra Selatan, Blok South East Sumatera (SES) di lepas pantai Lampung dan Jakarta, Blok North Sumatera Offshore (NSO) di pesisir timur Sumatra, Blok East Kalimantan, Blok Attaka di Kalimantan Timur, Blok Tengah, dan Blok Sanga-Sanga," jelasnya.



Presiden Joko Widodo mengungkapkan dalam alotnya negosiasi terdapat penolakan tawaran kepemilikan saham PT Freeport sebesar 30%. Hal itu dilakukan karena pemerintah menginginkan mayoritas saham.

Sebab, selama 40 tahun Indonesia hanya menikmati 9,3% dari hasil sumber daya alam (SDA) yang berada di tanah Papua itu.

"Mereka menawar 30%, tapi saya menolak. Kita harus mendapatkan hak kepemilikan mayoritas 51%," tulis dia dalam laman Facebooknya, Presiden Joko Widodo, Senin (31/12/2018)

"Sudah 40 tahun Indonesia hanya menikmati bagi hasil pengolahan 9,3% dari tambang ini. Alhamdulillah, upaya panjang itu sudah membuahkan hasil. Kepemilikan saham kita di Freeport Indonesia kini menjadi 51%," sambungnya.

Sementara itu, hal ini juga menjadikan bukti bahwa Indonesia mampu berdaulat atas SDA-nya sendiri. Adapun, ia menilai keberhasilan ini sebagai penutup tahun 2018 yang indah.

"Dan kini, Alhamdulillah, kita menutup tahun 2018 dan memasuki tahun yang baru, sebagai bangsa yang semakin berdaulat atas bumi dan kekayaan alamnya sendiri," tutup dia.

Menteri BUMN Rini Soemarno di penutup tahun 2018, melangsungkan doa dan dzikir bersama dengan direktur-direktur BUMN. Pengajian dilaksanakan di Masjid Ar-Rayyan yang berlokasi di Kementerian BUMN sedari pagi hari.

Agenda dimulai pukul 09.00 WIB, Senin (31/12/2018), diawali dengan pembacaan al-quran dan tausiah. Setelah itu baru dilakukan penyerahan santunan dan dilanjutkan acara penandatanganan akta pendirian yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri.

"Ini doa bersama pertama kali sejak 20 tahun terakhir," kata Sesmen BUMN Imam A Putro.

Dia menjelaskan, acara dzikir dan doa bersama yang dilakukan Kementerian BUMN dan para Bos BUMN atas permintaan Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai rasa syukur atas kinerja di tahun 2018.

"Kami diingatkan Bu Menteri (Rini Soemarno) untuk bisa sampaikan rasa syukur kepada Allah SWT," jelas dia.

"Karena selama 2018, kolaborasi kota telah banyak memberikan manfaat," tambah dia.

Menurut Imam, acara dzikir dan doa bersama di akhir tahun 2018 juga karena beberapa keberhasilan kinerja BUMN. Seperti membentuk holding pertambangan, holding migas dan merebut 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui PT Inalum.

"Kilas balik, mulai dari menyelesaikan holding migas, lalu menyelesaikan Freeport 51% lewat Inalum, lalu memberikan bantuan kepada para veteran," kata dia.

"Besok, banyak PR yang harus dikerjakan, yang tujuannya adalah untuk memakmurkan, sejahterakan bangsa, dan berbuat banyak untuk kemajuan Indonesia," sambung Imam.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post