Rabu, 16 Januari 2019

Emak-emak Ubah Lagu Jogja Istimewa, Habiburokhman Bilang Begini

Loading...
Loading...
politik

Bruniq.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menilai laporan dari musisi Marzuki Mohamad alias Kill The DJ sulit ditarik ke pidana. Hal ini karena tidak ada unsur komersil dalam aksi emak-emak bernyanyi mempelesetkan lirik lagu 'Jogja Istimewa' saat kampanye.

"Dari yang kami baca di media, sepertinya itu spontanitas emak-emak relawan yang tidak ada unsur komersial sehingga sulit untuk ditarik ke ranah pidana. Kasus ini mirip suporter sepakbola di stadion atau demonstran yang sering membuat lagu ubahan secara spontan untuk membuat suasana meriah," ucap juru bicara Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman, saat dihubungi detikcom, Selasa (15/1/2019).

Habiburokhman berdasarkan pada UU Hak Cipta. Baginya, pelanggaran hak cipta terjadi jika ada unsur komersial atau mencari keuntungan.

"Coba baca ketentuan ketentuan perlindungan hak ekonomi pencipta sebagaimana diatur Pasal 113, 116, dan 117 UU Hak Cipta untuk dikenai sanksi pidana harus ada unsur komersial," kata Habiburokhman.

Sementara itu, Tim Advokasi BPN akan melindungi emak-emak jika mereka dilaporkan. Bagi Habiburokhman, emak-emak tidak melakukan kesalahan saat bernyanyi.

"Khusus untuk emak-emak yang bernyanyi dalam video tersebut, jika mereka tidak tahu itu melanggar hak cipta menurut saya mereka aman secara hukum. Tapi kalau ada pihak-pihak yang ingin mengkriminalisasi emak-emak tersebut, kami akan bela mereka secara hukum," ucap Habiburokhman.

Kill The DJ sempat memberi kesempatan kepada pengubah untuk melapor dan meminta maaf. Namun sampai dia membuat laporan, belum ada permintaan dari pengubah lagunya itu.

Badan Pemenangan Daerah (BPD) Yogyakarta pun menolak meminta maaf karena mereka tidak bersalah. Orang yang patut meminta maaf dalam kasus ini adalah pengubah lagu itu.

"Tapi, kalau ada relawan melakukan seperti itu, maka itu spontanitas, dan kalau itu memang ada kesalahan, maka yang melakukannya yang harus memenuhi apa yang harus dilakukan (penyampaian maaf), bukan BPN-nya," Sekretaris DPD Partai Gerindra DIY yang juga Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di DIY, Dharma Setiawan.

Marzuki akhirnya melaporkan dua akun media sosial dengan sangkaan pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dia tidak terima lagu ciptaannya diubah dan digunakan dalam kampanye pasangan calon presiden 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Melaporkan pemilik dua akun media sosial, Twitter dan Instagram, atas nama yang sama, atas nama CakKhum," kata kuasa hukum Marzuki, Hilarius Ngaji Mero, di Mapolda DIY, Jalan Pajajaran Ringroad Utara, Sleman.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post