Rabu, 02 Januari 2019

Cerita Sukses Ciputra: Saya Dipukul, Diikat, Dimasukkan Gudang, Nereka Kedua Datang Usia 12 Tahun

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Pemilik perusahaan Ciputra Grup, Ir. Ciputra atau Tjie Tjin Hoan menceritakan perjuangannya dalam mencapai kesuksesan.

Hal itu disampaikan Ciputra saat menjadi narasumber dalam acara 'Jaya Suprana Show: Ciputra-Legenda Hidup' yang diunggah di YouTube, Senin (1/10/2018).

Ciputra mengatakan, kisah suksesnya sudah tertulis dalam buku berjudul 'Ciputra: The Entrepreneur - Passion of My Life Ciputra'.

Pria kelahiran Parigi, Sulawesi Utara ini pun menceritakan bagaimana kehidupan masa kecilnya yang dididik dalam sekolah Belanda.

"Umur 6 tahun dikirim oleh ayah dan ibu saya untuk bersekolah di Kota Gorontalo. Sebab di Parigi itu tidak ada sekolah Belanda, di Gorontalo ada sekolah Belanda," kata Ciputra.

"Tapi saya dari kelas 2 ke 3 tertinggal kelas. Saya bahasa Belanda dapat angkat 4."

"Saya malas belajar bahasa Belanda, karena di rumah tidak memakai bahasa Belanda, kenapa saya harus belajar."

"Ketika saya belajar bahasa Belanda saya tertidur, dapat angkat 4," ujar Ciputra.

Waktu itu, kata Ciputra, dirinya tinggal bersama bibi tirinya dan dididik dengan keras.

"Saya digembleng luar biasa," kata Ciputra.

Ciputra mengakui dirinya merupakan tipe anak yang suka melawan dan tegas serta ekspresif.

"Saya anak pelawan, pemberontak, kalau saya tidak setuju saya tidak setuju, saya ekspresif kepada mereka. Sehingga kalau salah telinga dijewer."

"Saya dipukul, diikat, dimasukkan ke gudang sebagai penjara," terang Ciputra.

Meski dalam didikan yang keras, Ciputra mengaku tetap bersyukur lantaran diajarkan untuk hidup secara jujur.

Bahkan, kondisi perekonomian yang kurang juga sempat menjadi persoalan waktu itu.

"Lihat orang makan kue, saya tidak bisa makan kue. Orang berhenti istirahat, bisa membeli kue, permen, atau es, saya tidak bisa,"

"Tapi itulah saya bersyukur ada pembelajaran di tempat saya. Saya menjadi kuat. Tapi memang itu pembelajaran to be or not to be, apa anda berhasil kalau anda gagal, hancur," ujar Ciputra.

Kunci Sukses Ciputra

Ciputra juga membeberkan kunci suksesnya, yang dikenal dengan istilah IPE (Integritas, Profesional, dan Entrepreneurship).

"Pertama, integritas. Itu mengenai moral, kita harus jujur. Janji adalah utang," kata Ciputra.

"Kita harus ahli, maka saya tidak masuk macam-macam usaha, karena saya mau masuk di tempat yang saya betul ahli,"

"Ketiga, entrepreneurship. Jadi tentang inovasi, kita harus terus melakukan inovasi. Walau saya dididik keras waktu kecil, tapi ada satu yang baik saya diajar untuk jujur," jelas Ciputra menambahkan.

Kesedihan Ciputra

Ciputra mengatakan ada satu momen yang membuatnya dirinya begitu sedih, yakni penangkapan ayahnya.

Ayah Ciputra dituduh sebagai mata-mata Belanda dan dikabarkan meninggal sewaktu di penjara.

"Neraka kedua datang, umur 12 tahun itu masih pemerintah Jepang. Tiba-tiba ayah saya ditangkap karena disangka mata-mata pemerintah Belanda. Dari situ ayah ditangkap, diikat naik perahu dibawa ke Manado

"Dimasukkan ke penjara, 9 bulan dipulangkan tapi ayah saya tidak dipulangkan, sudah meninggal di penjara

"Umur 12 betapa sedihnya. Temannya bercerita di penjara tidak diadili, kulit pisang dimakan, pantas ayah saya meninggal di penjara," kenang Ciputra.



Bercita-cita Jadi Arsitek

Setelah kejadian itu, Ciputra mengaku berkeinginan untuk bersekolah lagi dan menjadi arsitek.

"Pergi ke kaki gunung tinggal dekat kaki hutan. Saya putuskan saya harus sekolah lagi, ingin jadi arsitek," kata Ciputra.

Saat ditanya alasan, Ciputra mengaku dirinya suka pada ilmu matematika.

Bahkan, kata Ciputra, ayahnya sempat menganggumi kemampuannya.

"Jadi saya menemukan semangat, saya ingin jadi arsitek," tutur Ciputra.

Punya Hobi Berburu

Selain itu, Ciputra juga mengakui dirinya memiliki hobi untuk berburu.

Hobi itu dilakukannya untuk bertahan hidup dan menjual daging untuk mendapatkan uang.

"Tiap hari minggu saya berburu, memang hobi," kata Ciputra.

Bahkan, Ciputra mengatakan dirinya memiliki 17 anjing yang dilatih khusus untuk berburu.

"Saya ingin mempunyai prestasi, berburu berarti harus menang, kalau tidak menang mati lapar," ujar Ciputra.


Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post