Jumat, 21 Desember 2018

Ungkap Soal Prabowo Tinju Meja Dan Emosi Dihadapan Ulama, Usamah Hisyam Siap Bersumpah Dan Sampai Bilang Begini Kalau Ada Yang Membantah

Loading...
Loading...


Bruniq.com  - Tulisan mantan anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 Usamah Hisyam mengenai Prabowo Subianto yang meninju meja dalam forum Dewan Penasihat PA 212 seminggu sebelum Ijtimak Ulama I disanggah beberapa pihak. Usamah mengaku siap bersumpah terkait pengakuannya tersebut.

Salah satu pihak yang menyanggah Usamah Hisyam ialah Kadiv Hukum PA 212 Damai Hari Lubis. Damai mengaku tak pernah melihat maupun mendengar perihal Prabowo meninju meja di depan ulama hingga membuat ulama terperangah. Usamah menyebut Damai memang tak hadir dalam forum tersebut.
Usamah tak tahu Prabowo marah ke siapa saat Ketum Partai Gerindra itu menurutnya meninju-ninju meja di depan ulama. Prabowo, dalam tulisan Usamah yang dimuat situs muslimobsession, disebut meninju meja karena ada yang meragukan keislamannya.
"Damai Lubis yang pasti tidak ada di ruangan itu ya. Bahwa itu (disebut) cuma gerakan tubuh segala macam, tetapi yang pasti saya melihatnya dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu melihatnya itu meninju meja. Tangannya (Prabowo) tangan meninju ya, dengan nada intonasi tinggi marah ya," kata Usamah kepada wartawan, Kamis (20/12/2018) malam.

Juru bicara yang dimaksud Usamah adalah anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade. Andre sempat menyebut bahwa Prabowo tidak pernah memukul meja, Prabowo hanya bersemangat meyakinkan para ulama. Senada dengan Usamah dan Andre, Ketum PA 212 Slamet Maarif menegaskan Prabowo saat itu refleks dan refleks itu muncul ketika--menurut Slamet--Prabowo ingin menunjukkan keseriusannya karena keislaman eks Danjen Kopassus itu dituduh kurang.
Ketua Umum Parmusi itu sangat yakin dengan apa yang dilihatnya malam itu, Prabowo menurutnya meninju meja hingga lima kali. Jika ada pihak yang meragukannya, termasuk Damai Lubis yang sempat menyebut kejadian itu hanya ilusi Usamah, Usamah siap bersumpah di masjid dan di atas Alquran.

"Dan kalau kata Damai Lubis itu ilusi saya, saya berani mengajak para ulama yang hadir di situ ya, untuk mengangkat sumpah di Masjid Istiqlal di atas Alquran kalau saya bohong," tegas Usamah.

"Saya tantang ulama-ulama yang ada itu, ayo, kalau sampai dia mengatakan tidak benar Prabowo melakukan itu. Kalau Damai Lubis tidak usah dianggap, orang dia nggak hadir, nggak ada. Sama siapa juru bicaranya (Gerindra) itu (tidak usah dianggap karena tidak hadir," imbuh Usamah.

Usamah menegaskan bahwa sepenglihatannya saat itu Prabowo meninju meja. Tinjuan Prabowo, kata Usamah, keras.

"Kita melihatnya meninju, marah kok, semangat gimana. Bukan refleksi, (bukan) reaksi tangan biasa, (tetapi) meninju. Tangan ke atas, tinjuannya ke bawah, ke meja, gimana. Dan itu keras," sebut Usamah.

Usamah meminta semua pihak yang tak hadir dalam forum Dewan Penasihat PA 212 saat itu untuk tidak berkomentar. Jika ada ulama yang hadir pada saat itu memberi sanggahan terhadap tulisannya soal Prabowo meninju meja, dia kembali menegaskan siap bersumpah di Masjid Istiqlal.

"Jadi kalau ada ulama yang hadir di situ mengatakan itu tidak benar kata Usamah, kita ambil sumpah di atas Alquran di Masjid Istiqlal. Dan siapa yang mengatakan itu tidak terjadi, maka seluruh pahala amal dia akan digerus oleh Tuhan ya, tergerus oleh Allah SWT dan akan dinistakan oleh Allah. Saya berani. Siapa yang berani mengatakan bahwa itu hanya refleksi dari tangan, itu nggak. Marah memang. Tetapi kemarahannya kepada siapa nggak jelas, tapi dia mempersoalkan orang yang masih mempersoalkan keislaman dia," ucap Usamah.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post