Sabtu, 22 Desember 2018

SBY Minta Tak Diusik, PDIP Langsung Angkat Bicara Skakmat Pernyataan SBY

Loading...
Loading...


Bruniq.com  - PDIP mengatakan tak ada untungnya jika pihaknya mengganggu partai Demokrat karena merasa tak beririsan dengan partai yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Menurut PDIP, yang punya irisan justru Demokrat dengan Gerindra.

"Tidak ada untungnya bagi kami untuk mengganggu pihak Demokrat karena yang saling beririsan itu justru antara Gerindra dan Demokrat," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2018).
Dia mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan, irisan yang dimaksud adalah jika Demokrat semakin bersinar, maka Gerindra bisa turun. Jika Gerindra turun, maka partai-partai lain seperti Golkar, hingga NasDem punya peluang untuk naik.

"Kalau ada yang diganggu laporkan, ikutin proses hukum, sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik melalui kedewasaan kita di dalam berpolitik itu sendiri," sambung Hasto.
"Lengkapnya antara Golkar, Gerindra, Demokrat, NasDem dan PAN itu saling beririsan satu sama lain. Dengan demikian, semakin bersinar Demokrat semakin turun Gerindra. Seperti itu survei yang kami temukan, dan Demokrat akan punya peluang untuk naik, Golkar punya peluang naik, NasDem akan punya peluang naik, apabila Gerindra turun. Itu hubungannya. Nggak ada keterkaitan dengan PDIP," jelas Hasto.

Hasto sendiri mengaku mengapresiasi pertemuan SBY dengan capres Prabowo Subianto sebagai silaturahmi antar-pemimpin. Dia pun menilai ucapan SBY yang minta partainya tak diganggu sebagai bentuk kedaulatan partai politik dalam menjalankan fungsi-fungsinya.

"Saat itu kami menanggapi sebagai hal yang positif karena setiap partai setiap calon pasti melakukan langkah-langkah konsolidasi. Tapi kemudian dalam pernyataan akhirnya Pak SBY 'jangan ganggu Demokrat', maka kami ingin memberikan tanggapan terhadap hal tersebut bahwa kedaulatan partai politik di dalam menjalankan fungsi-fungsi idealnya di dalam fungsi rekruitmen, pendidikan politik, kaderisasi kepemipinan komunikasi politik, agregasi kepentingan rakyat menjadi kebijakan publik, itu dijamin oleh konstitusi, dijamin oleh undang-undang," ucapnya.

Kedaulatan partai itu membuat tak boleh ada pihak yang mengganggu partai politik dalam melaksanakan fungsinya. Hasto meminta jika ada pihak yang merasa diganggu untuk melaporkan gangguan itu lewat jalur hukum.

"Sehingga tidak ada satu pihak mana pun yang boleh mengganggu partai politik lain yang secara sah diakui oleh undang-undang. Hak berserikat dan berkumpul, karena itulah sebaiknya para pemipin menyampaikan pernyataan, hal-hal yang membangun peradaban, pernyataan-pernyataan yang membangun persaudaraan, jangan prejudice," ujarnya.

SBY sebelumnya meminta tak ada pihak yang mengganggu partainya dan Gerindra di Pemilu 2019. Hal ini diungkapkan setelah dia bertemu dengan capres yang juga Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

"Kami ingin berjuang baik-baik, akan menjalankan politik dan kampanye pemilu sebagaimana yang dijalankan konstitusi, UU, sistem dan peraturan yang berlaku. Tolong kami jangan diganggu karena kami tidak akan mengganggu siapa pun. Biarlah semua orang mendapatkan ruang dan jalan untuk berikhtiar, masing-masing berjuang sekuat tenaga. Inilah dambaan rakyat, pemilu yang indah, pemilu yang damai dan demokratis, dalam arti jujur dan adil," ungkap SBY seusai pertemuan di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12).

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post