Rabu, 19 Desember 2018

Polisi Ungkap Kalau Habib Bahar Minta Pengikutnya Hapus Video Penganiayaan, Sesaat Setelah Kejadiaan Ini

Loading...
Loading...


Bruniq.com  - Video penganiayaan terhadap dua remaja CAJ (18) dan MKUAM (17) oleh Habib Bahar bin Smith sempat tersebar luas. Habib Bahar sempat meminta pengikutnya menghapus video kekerasan tersebut.

"Setelah kejadian penganiayaan, terdapat rekaman video yang beredar berisi interogasi BS (Bahar) kepada dua korban yang kondisinya sudah luka," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Iksantyo Bagus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (19/12/2018).
Menurut Iksantyo, video tersebut beredar luas di media sosial. Video diunggah dengan judul 'Viral! Habib Palsu Mengaku BS'.

"Video juga sempat ramai di Youtube," kata dia.

Iksantyo menjelaskan Habib Bahar mengetahui adanya hal itu. Namun dia meminta para pengikutnya untuk menghapus video-video tersebut.

"BS memerintahkan kepada komunitas PHB (komunitas pecinta BS) se-Indonesia untuk menghapus video yang viral, namun ternyata sudah terlanjur beredar luas," tutur Iksantyo.

Pihak pengacara meminta polisi juga menggali alasan Bahar melakukan dugaan penganiayaan itu.
Tangkapan layar dari video tersebut dipamerkan polisi sesaat setelah menetapkan Habib Bahar tersangka dan ditahan di Mapolda Jabar. Dari beberapa potongan tayangan terlihat aksi Habib Bahar terhadap dua anak mulai dari pemukulan hingga penendangan.

Polisi telah menetapkan Habib Bahar sebagai tersangka. Habib Bahar pun langsung ditahan usai diperiksa di Polda Jabar.

Polisi menjerat Habib Bahar dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2) dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Dari video yang ada, Habib Bahar tidak mungkin bahwa, apa namanya, memang beliau yang melakukan, tapi kan ada alasannya kenapa melakukan itu. Ini harus digali lebih dalam oleh polisi," kata pengacara Habib Bahar, Sugito Atmo Prawiro, saat dihubungi detikcom, Selasa (18/12).

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post