Senin, 31 Desember 2018

Istri Herman Seventeen Bagikan Percakapan Terakhir Suami Melalui Pesan WhatsApp, Sempat Minta Jadwal, Hingga Ifan Bermimpi Di Datangi ...

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Lebih dari sepekan Herman, gitaris Seventeen meninggal dunia karena bencana tsunami yang menerjang Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018).

Tepat satu Minggu setelahnya, Sabtu (29/12/2018), istri Herman, Juliana Moechtar mengunggah pesan suaminya yang dikirim melalui pesan WhatsApp.

Dilansir melalui Instagram julianamoechtar, dirinya mengunggah percakapan dengan suaminya yang ia beri nama 'Han' pada kontak WhatsAppnya.

Pesan tersebut dikirimkan Herman pada Juliana pada 16 Desember 2018 lalu.

Dalam pesannya, Herman meminta Juliana yang merupakan pemain sinetron tersebut untuk mengosongkan jadwal shooting pada tanggal 20-21 Desember 2018.

Juliana pun menjawab untuk apa ia diminta mengosongkan jadwal shooting di tanggal itu.

Lalu, pada pesan yang dikirimkan tertanggal 19 Desember 2018, Herman kembali menanyakan soal ketersediaan waktu Juliana di tanggal berbeda dari percakapan sebelumnya.

Herman memastikan istrinya tersebut tak bisa ikut dirinya di acara yang diadakan oleh perusahaan BUMN dengan menghadirkan Seventeen sebagai bintang tamunya.

"Hun berarti 22-23 gak ikut ya?," tulis Herman.

"Gak Han," jawab Juliana.

Lalu Juliana pun tak panjang menjawab pertanyaan dari Herman dan menanyakan soal hal lain.

"Saat Allah memberikan takdir Dan ketentuannya, disaat itu Allah memberi kekuatan yg cukup besar bt hambanya ,,

ini wa saat almarhum ingin saya berada Dan ikut disana , ya Allah ...

insyallah hun disini menjaga anak2 dgn baik ya Han @hermanseventeen ,, #merindu #alfatiha," tulis Juliana pada Instagramnya.

Herman Seventeen merupakan satu di antara ratusan orang yang menjadi korban tsunami Selat Sunda pada Sabtu (31/12/2018).

Selain Herman, dua personel Seventeen lainnya juga dinyatakan meninggal dunia.

Yakni Bani pada bass dan Andi pada drum.

Ketiganya telah dimakamkan di rumah duka masing-masing,

Sementara saat ini Seventeen hanya menyisakan satu orang personel di vokal, yakni Ifan.

Datang di Mimpi

Vokalis band Seventeen, Ifan yang turut menjadi korban terjangan tsunami pada Sabtu (22/12/2018) mendatangi satu per satu makam almarhum personel bandnya.

Hal ini terlihat dari postingan Instagram story miliknya, @ifanseventeen, Minggu (30/12/2018).

Diketahui, tiga personel bandnya menjadi korban meninggal dalam terjangan tsunami Selat Banten tersebut.

Mulanya, ia mengunggah foto dirinya berada di samping makam drummer Seventeen, almarhum Andi.

Ia tampak mengenakan baju santai sambil bersimpuh di samping makam.

"Sobbb kangen banget protesanmu aku. Yang tenang ya sekarang, kita sayang banget sama kowe (kamu), Lopyupull @andi_seventeen," tulis Ifan melalui Instagram story-nya.

Pada unggahan yang lain, Ifan yang mengenakan baju berbeda juga mendatangi makam bassist Seventeen, Bani.

Ia tampak lebih formal dibanding saat berkunjung ke makam Andi.

Ia mengenakan setelan baju koko berwana putih.

Ifan pun menuliskan janji untuk menggantikan posisi Bani bagi keluarganya.

"Yang tenang ya sob, InsyaAllah kita yang akan gantiin posisi di keluargamu, aman Insya Allah. We Love you (kami cinta kamu) @baniseventeen," tulisnya.

Sementara sebelum mengunggah dua foto dirinya mengunjungi makam personelnya tersebut, Ifan terlebih dahulu mengatakan dirinya bermimpi dengan almarhumah istrinya, Dylan Sahara.

Ia mengunggah fotonya bersama Dylan dan menuliskan ia bertemu dengan Dylan dalam mimpi, Minggu (30/12/2018).

"Alhamdulillah tadi malam dikasih mimpi ketemu kamu sayang @dylan_sahara, Allah Maha Baik," tulisnya.

Pascaduka yang dialami Ifan karena kehilangan teman band dan istrinya, Ifan mengaku sampai sekarang masih belum tahu kelanjutan kariernya.

Dikutip dari Gridhot.id, Ifan mengaku masih bingung apakah masih terus melanjutkan karier menjadi musisi bersama Seventeen atau bahkan beralih profesi ke dunia politik.

Ifan Seventeen diketahui merupakan calon legislatif dari sebuah partai di daerah Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, Ifan juga menjelaskan bahwa hingga saat ini dirinya masih mengalami trauma yang mendalam.

Ia bahkan mengaku kerap merinding saat mendengar suara sirine ambulans.

Ifan Seventeen bahkan menjelaskan bahwa dirinya trauma untuk berada maupun sekedar melihat panggung.

"Mungkin namanya trauma, tapi begitulah, aku merinding kalau mendengar ambulans, apalagi panggung.

Aku lihat panggung tidak berani, apalagi harus naik pegang mic, dan aku lihat tidak ada saudaraku di sampingku," tutur Ifan Seventeen Jumat (28/12/2018).

Saat ini, dirinya mengaku hanya ingin fokus untuk menenangkan diri dan belum jauh ke depan memikirkan bagaimana nasib karier dirinya dan juga Seventeen, Grup Band yang selama 20 tahun telah membesarkan namanya.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post