Kamis, 20 Desember 2018

Geger 'Penyusup' di Tengah Kampanye Jokowi

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Video kampanye Jokowi di Madura yang memperlihatkan sejumlah masyarakat Madura yang meneriakkan Jokowi Mole atau Jokowi pulang saat sedang berkampanye viral. Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menduga ada penyusup di kampanye Jokowi.

Video kampanye Jokowi di Madura itu viral melalui media sosial. Video tersebut memperlihatkan beberapa orang yang hadir di acara itu meneriakkan Jokowi mole atau Jokowi Pulang.

Dalam video itu, terlihat spanduk Jokowi dengan mengacungkan 1 jari. Beberapa warga yang hadir juga terlihat mengenakan kaos berwarna putih dipadu warna hijau. Di depan koas terlihat foto Jokowi dan KH Ma'ruf Amin.
Gerindra juga bicara soal video sejumlah warga berteriak 'Jokowi mole' atau 'Jokowi pulang' itu. Gerindra optimistis sang Ketum, Prabowo Subianto kembali unggul di Madura seperti saat Pilpres 2014.
Bahkan, juga terdengar suara seorang wanita yang diduga sebagai pemandu acara meminta agar massa meneriakan yel yel, Jokowi pole... Jokowi pole atau Jokowi lagi.... Jokowi lagi. Sayangnya, permintaan itu tampaknya tidak digubris. Beberapa pria dan wanita yang hadir malah meneriakkan Jokowi mole... Jokowi mole sambil memperlihatkan salam 2 jari.

Ali Mochtar Ngabalin menduga ada orang-orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Saat menemani kunjungan presiden, dia mengaku sering menemui beberapa orang yang mencari angle-angle tertentu untuk digoreng.

"Kalau istilah itu kan kita sudah tahu orang bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan. Untuk kunjungan kunjungan presiden saya beberapa kali mengikuti, kunjungan presiden itu ada orang-orang tertentu yang mengambil angle yang kira-kira bisa dipakai untuk menggoreng," kata Ngabalin usai meninjau Jalan Gubeng yang ambles di Surabaya, Kamis (20/12/2018).

Ngabalin juga menilai hal tersebut merupakan penghinaan kepada Presiden. Dia juga tak percaya orang Madura melakukan hal tersebut. Karena Ngabalin meyakini orang Madura merupakan masyarakat yang santun dan agamis.

"Saya kira orang Madura tidak punya karakter seperti itu pasti orang luar yang datang. Saya mau bilang seperti itu karena semua orang cinta dengan Presiden Jokowi luar biasa waktu dan kesempatan. Orang Madura merupakan masyarakat agamis, mereka mempunyai kultur yang tinggi punya akhlak punya agama yang tinggi saya tidak percaya itu dilakukan oleh orang-orang Madura," tuturnya.

PKS meragukan pernyataan Ngabalin. Jika benar ada penyusup, PKS mempertanyakan pengamanan presiden.

"Ah, masa sih ada penyusup? Jika itu betul, perlu dipertanyakan sistem pengamanan presiden. Payah betul sistem pengamanannya sehingga ada pihak yang bisa melakukan penyusupan seperti itu," kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin saat dimintai konfirmasi.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin mengatakan hal tersebut sudah biasa. Pasti ada saja orang yang suka dan tidak suka.

"Namanya konsiliasi politik, persaingan itu merupakan hal yang biasa. Buktinya kemarin hadir para ulama-ulama dari 4 kabupaten yang ada di Madura. Pasti tidak semuanya orang senang, ya ditanggapi yang positif saja mudah-mudahan orang-orang yang mungkin belum sadar menjadi sadar," kata Machfud saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya.

"Kami sih optimistis ya, Isyaallah Pak Prabowo masih akan tetap unggul di Madura pada 2019. Walaupun kita tahu ada upaya mobilisasi di Madura, tapi ya kita lihat masyarakat di sana tidak berubah," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post