Kamis, 20 Desember 2018

Disebut Tak Bisa Ngaji dan Salat, Prabowo Tinju Meja di Depan Ulama

Loading...
Loading...
prabowo, politik

Bruniq.com - Mantan Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Usamah Hisyam menceritakan ketegangan saat rapat awal Ijtima Ulama I. Dalam rapat itu, kata Usamah, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto beberapa kali menggebrak meja sehingga membuat suasana dalam forum yang digagas GNPF Ulama itu hening.

Menurutnya, suasana forum itu tiba-tiba tegang setelah Prabowo berbicara dengan nada keras. Dia menyampaikan, Prabowo protes karena masih ada pihak yang meragukan kualitas keislamannya termasuk kemampuannya dalam mengaji dan menjadi imam salat. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat dipersilahkan berbicara dalam rapat yang dipimpin Ketua Dewan Penasihat PA 212 Amien Rais.

Tak hanya dihadiri sejumlah perwakilan organasisasi Islam, sejumlah partai pendukungnya seperti Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PAN Eddy Soeparno, dan Sekjen PBB Afriansyah Ferry turut hadir dalam forum yang digelar Hotel Sultan, Jakarta pada 16 September 2018 lalu.

Momen itu terjadi sepekan sebelum Ijtima' Ulama digelar pada 16 September 2018, ketika Dewan Penasihat Alumni 212 menggelar forum di Hotel Sultan, Jakarta. Pertemuan itu digelar untuk menentukan calon presiden yang layak didukung dan kemudian akan disampaikan pada forum Ijtima Ulama

"Yang sangat mengejutkan, ia berbicara sambil meninju keras meja rapat di depannya, sampai lima kali tinju, sehingga para ulama dan tokoh-tokoh yang hadir terperangah. Suasana menjadi tegang," kata Usamah seperti dikutip dari laman Muslim Obsession dengan judul 'Prabowo Marah Meninju Meja, Para Ulama Terperangah' pada Rabu (19/12/2018).

Setelah Prabowo meluapkan emosi dalam forum tersebut, kata Usamah, seluruh perwakilan yang hadir dalam Itjima Ulama tak bisa berbuat apa-apa termasuk bermusyawarah untuk mencari kandidat lain selain Prabowo sebagai capres di Pilpres 2019.

Akhirnya, kata dia seluruh perwakilan dari ormas termasuk PA 212 secara resmi rekomendasikan Prabowo menjadi calon tunggal capres pilihan Itjima Ulama I.

"Tak ada lagi musyawarah, apalagi voting. Saya juga tak bisa berbuat apa pun lagi. Kecuali terpekur, bagaimana bila suasana rapat kabinet seperti itu? Wallahu alam," tuturnya.

Menurut Usamah, awalnya Capres yang diusung PA 212 adalah pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab. Sebab, Rizieq karena dianggap merupakan pemimpin yang benar-benar menjalani kewajiban dan sunnahnya sebagai umat beragama muslim. Namun, kata Usamah, Habib Rizieq menolaknya.

Dia menambahkan, jika sejumlah tokoh pendukung Rizieq yang menolak ditetapkannya hasil mukadimah tidak mendapatkan undangan sebagai peserta Ijtima Ulama.

"Mereka tak diundang dalam ijtima ulama, termasuk saya. Itulah permainan politik tingkat tinggi panitia dengan menggunakan baju ijtima ulama," pungkasnya. (suara)

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post