Jumat, 16 November 2018

Polisi Tetapkan HS Sebagai Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Loading...
Loading...
polisi, pembunuhan,
Penangkapan tersangka pembunuh satu keluarga di Bekasi (Dok. Istimewa)

Bruniq.com - Penyidik Polda Metro Jaya resmi menetapkan HS (30) sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi. "Iya betul (HS jadi tersangka)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta Jumat 16 November 2018.

Penyidik menetapkan HS sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan secara intensif selama 1 x 24 jam.

Polisi juga memiliki alat bukti yang kuat, yaitu penemuan bercak darah di dalam mobil Nissan X-Trail milik korban dan celana panjang milik pelaku bernoda darah. Penemuan bercak darah di mobil ada pada gagang pintu kanan, pedal gas, serta kunci mobil Nissan pada tas HS.


Namun Argo belum membeberkan secara rinci langkah selanjutnya yang akan dilakukan penyidik namun polisi akan mendalami motif pembunuhan.

Pembunuhan satu keluarga di Bekasi ini menggegerkan warga setempat. Pasangan suami istri yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37), serta dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) ditemukan meninggal akibat luka tusuk dan dibekap.

Para korban tergeletak di rumahnya Jalan Bojong Nangka RT 2 RW 7 Pondok Melati Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11) pagi.

Dari hasil penyelidikan polisi menemukan keberadaan mobil milik korban Diperum Nainggolan bernomor polisi B-1075-UOG di garasi kontrakan kawasan Cikarang Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Rabu 14 November 2018.

Polisi mendapatkan informasi mobil berwarna silver itu dibawa HS dari rumah korban ke garasi kontrakan tersebut.

Di dalam mobil itu, tim Inafis Polda Metro Jaya menemukan diduga bercak darah korban pada bagian bawah karpet kursi sopir, pedal gas, sabuk pengaman, dan gagang pintu sebelah kanan, serta dua telepon selular milik korban.

Selanjutnya, anggota bergerak mencari keberadaan HS yang ditemukan di kaki Gunung Guntur, Garut Jawa Barat, Rabu malam.

Selain itu, polisi juga menggeledah tas milik HS yang terdapat uang kunci Nissan X-Trail, telepon selular dan uang Rp4juta.

Polisi mengambil kotoran kuku pada HS untuk memastikan itu darah atau bukan. Barang bukti itu akan dicocokkan dengan noda darah di dalam mobil dan celana panjang tersangka.

Setelah itu, penyidik menggeledah kontrakan HS yang menjadi tempat ditemukan mobil Nissan X-Trail itu, serta terdapat celana panjang warna hitam yang bernoda darah.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post