Rabu, 14 November 2018

Jadi Narasumber di tvOne, Ruhut Sitompul Beri Ancaman ke Pembawa Acara hingga Sebut Aburizal Bakrie

Loading...
Loading...

Bruniq.com - Mantan anggota DPR, Ruhut Sitompul memberikan ancaman pada Bayu Andriyanto dan Tysa Novenny selaku pembawa acara Kabar Petang, TvOne, Senin (12/11/2018).

Hal ini bermula saat Ruhut Sitompul yang kala itu bersama pengamat politik Rocky Gerung menjadi narasumber di acara tersebut.

Ruhut Sitompul menganggap dirinya tidak diberikan porsi berbicara yang adil.

Mantan kader Demokrat ini merasa giliran dirinya berbicara tidak selama Rocky Gerung.

Ruhut Sitompul mulanya menyampaikan pendapatnya, lalu Tysa mencoba menyela dengan beberapa kali mengatakan oke ketika Ruhut berbicara.

"Oke-oke," ujar Tysa mencoba menyela Ruhut.

Namun, setelah beberapa kali mendengar Tysa, Ruhut melayangkan protes.

"Jangan di oke-oke dulu, ini Rocky ngomongnya lama, giliran aku Jokowi cuma sebentar," ujar Ruhut.

Mendengar pernyataan Ruhut, Rocky hanya tertawa.

Sementara kedua pembawa acara hanya diam.

Ruhut melanjutkan dengan memberikan ancaman agar kedua pembawa acara tersebut berhati-hati.

Hal ini dikarenakan Ruhut Sitompul merupakan tim pemenangan dari calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) sama dengan pemilik tvOne, Aburizal Bakrie yang partainya berada di kubu Jokowi.

Namun, Ruhut merasa tim pemenangan Jokowi tidak diberikan porsi lebih.

"Dan Ical (Aburizal Bakrie) pemilik TV ini juga sudah (mendukung) Jokowi lo, hati-hati kau, aku ingatin," tambah Ruhut.

"Sebentar," ujar Bayu mencoba menyela.

"Tapi ini di luar konteks Bang," kata Tysa menjawab pernyataan Ruhut.

"Tunggu dong aku tanggapin dulu dong, Rocky dari tadi kalian kasih bercakap-cakap aku nggak boleh, jangan! Nanti kalian dimarahi Ical," ujar Ruhut kembali.

Setelahnya, kedua pembawa acara pun memberikan waktu pada Ruhut.

Lihat videonya:

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus memastikan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie yang juga pemilik tvOne mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Lodewijk menanggapi pertemuan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf dengan Aburizal, Senin (8/10/2018).

Diketahui, Aburizal sempat bersebrangan dengan Jokowi di Pilpres 2014.

Kala itu, Aburizal ada di kubu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

"Yang tahu itu kan Golkar, bukan mereka. Dan saya sudah memberikan keyakinan kepada mereka bahwa kami berkali-kali bertemu dan kalau Anda dengar, 23 September saat pelepasan caleg," kata Lodewijk di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

"Paginya kami ada deklarasi kampanye damai. Sorenya kami melepas caleg. Statement Pak ARB (Aburizal) sudah jelas. Gimana beliau perintahkan kepada seluruh caleg untuk bersinergi memenangkan Partai Golkar dalam pileg dan memenangkan Pak Jokowi dan Ma'ruf di pilpres," kata Lodewijk lagi yang dikutip dari Kompas.com.

Karena itu, ia menyatakan, dukungan Aburizal terhadap Jokowi-Ma'ruf tak perlu diragukan dengan adanya serangkaian sikap tersebut.

Ia mengatakan pertemuan kemarin juga diinisiasi Aburizal sehingga hal itu juga menunjukkan penerimaan yang baik terhadap pasangan calon Jokowi-Ma'ruf.

Pada pertemuan itu, kata Lodewijk, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf meminta masukan dari Aburizal ihwal pemenangan Pilpres 2019.

Bahkan sebelumnya, sambung Lodewijk, ia beserta Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tanjung, Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono, beserta Aburizal, bertemu dan membahas internal Golkar.

"Jadi di situ kami melambangkan kami solid. Ada saya, Pak ARB, Pak ketum sendiri, Pak Agung Laksono dan ada Akbar Tandjung.

Kami bicarakan itu gimana mengatur strategi untuk memenangkan Pak Jokowi dan memenangkan golkar," lanjut Lodewijk

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post