Rabu, 14 November 2018

Dubes Saudi Bicara Pembakaran Bendera Sampai Habib Rizieq

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Dubes Arab Saudi untuk RI Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi buka-bukaan. Osama angkat bicara terkait isu-isu aktual mengenai pembakaran bendera berkalimat tauhid hingga pemeriksaan Habib Rizieq Syihab di Saudi.

Pernyataan tersebut disampaikan Osama melalui penerjemah yang dilangsungkan di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018). Yang pertama mengenai eksekusi mati TKI asal Majalengka, Tuti Tursilawati yang tanpa pemberitahuan ke pemerintah Indonesia. Osama menegaskan, segala peristiwa berkaitan dengan eksekusi mati tak akan mempengaruhi hubungan baik antar negara termasuk dengan RI dalam hal ini kasus TKI Tuti.

Isu aktual lain yang disampaikan Osama adalah isu Negaranya menghalangi jemaah Palestina berhaji. Osama menegaskan isu itu hanya isapan jempol belaka.
"Saya tekankan bahwa kasus-kasus yang berkaitan dengan peristiwa hukuman mati tentu tidak akan berpengaruh dengan hubungan baik dari kedua negara," kata Osama.

Osama juga menyatakan bendera berkalimat tauhid memiliki makna yang penting bagi umat Islam. Mereka menyayangkan pembakaran bendera tauhid.

"Kemudian yang paling penting, yang kita sayangkan itu pembakaran kalimat tauhid," ujar Osama.

Osama menyampaikan hal tersebut menjawab pertanyaan mengenai bagaimana perlakuan Saudi terhadap bendera berkalimat tauhid. Pertanyaan wartawan disampaikan dalam rangkaian tanya jawab mengenai persoalan yang membuat Habib Rizieq diperiksa intelijen di Saudi.

Terkait pemeriksaan Habib Rizieq, lebih lanjut Osama mengatakan tak semua orang yang memasang bendera berkalimat tauhid bisa dianggap begitu saja melakukan tindak kejahatan. Menurutnya, diperlukan proses klarifikasi.

"Berkaitan dengan bendera tauhid, tentu kalimat di situ memiliki arti penting bagi umat Islam. Kemudian kalau bendera itu diletakkan di dinding seseorang sebagai gambar atau apa pun bentuknya, maka perlu kita mencari tahu siapa yang berbuat itu. Kedua, apakah jika ada seorang atau di rumah Anda menaruh bendera dan itu orang langsung dianggap kriminal? Kan tidak," ujar Osama.

Selain sempat diperiksa, Habib Rizieq sempat disebut habis masa tinggalnya di Saudi. Terkait hal tersebut, Osama menegaskan tidak ada masalah terkait izin tinggal Habib Rizieq.

"Berkaitan pertanyaan izin tinggal dan juga informasi lain yang berkaitan HRS, kalaulah seandainya HRS miliki masalah di Saudi, pasti dia sudah dipenjara, tapi sekarang HRS sampai saat ini masih dijamin kehidupannya, diperhatikan kehidupannya, baik dari pemerintah Indonesia dan pemerintahan Arab Saudi," ucap Osama.

Ia juga menilai Habib Rizieq bukan sosok yang menakutkan. "Saya kira syekh HRS bukan sosok menakutkan. Kalau beliau lakukan pelanggaran pasti udah dilakukan proses hukum seperti di Indonesia dan Arab," katanya.

"Salah satu poin atau masalah adalah rumor berita berkaitan masalah haji Palestina, di mana berita ini rumor internasional. Sebenarnya berita ini tidak benar dan tak ada keabsahannya karena diambil sumber yang tidak benar. Rumor yang kami maksud adalah pelarangan sebanyak 1 juta warga Palestina untuk melaksanakan haji ke Mekah," tegas Osama.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post