Kamis, 15 November 2018

Ditanya Siapa yang Ia Inginkan Jadi Cawagub DKI Jakarta ? Anies Baswedan Tak Disangka Jawab Begini

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara soal pilihannya terkait calon wakil gubernur (cawagub) yang akan mendampingi dirinya.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam program 'Mata Najwa' Trans 7, Rabu (14/11/2018).

Awalnya, pembawa acara Najwa Shihab menanyakan cawagub yang menarik hati Anies Baswedan.

"Seharusnya kuncinya di tangan Gubernur Jakarta Mas Anies, siapa yang menarik hati anda, mas?" tanya Najwa Shihab.
Menanggapi hal itu, Anies Baswedan mengatakan jika cawagub DKI adalah hasil penunjukkan yang sudah ditetapkan Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) .

"Ada dua model, ada hasil pemilihan dan hasil penunjukkan. Ini (cawagub DKI) bukan hasil pemilihan, ini nanti adalah hasil penujukkan yang kemudian ditetapkan oleh dewan," kata Anies Baswedan.

"Jadi posisi saya adalah pengguna, user. Saya menjadi pimpinan dan saya akan diberikan wakil yang diputuskan oleh dewan. Karena itu bukan selera saya saya setuju apa tidak, ini keputusan politik, fakta," imbuh dia.

Untuk itu, kata Anies Baswedan, dirinya mengaku sudah siap menerima siapapun yang akan ditentukan DPRD terkait cawagub DKI.

"Saya akan terima siapapun yang ditentukan DPRD, fakta sebagai wakil saya. Kemudian saya sebagai pimpinan harus bisa mengendalikan dan memastikan wakil saya bekerja sesuai visi yang sudah dijanjikan. Itu kemudian komitmen dari saya," tandas dia.

Dalam program Mata Najwa itu, tampak juga Mohamad Taufik (Gerindra), Abdurahman Suhaimi (PKS), Ahmad Syaikhu (PKS), Agung Yulianto (PKS), Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan Pengamat Politik Yunarto Wijaya.

Diberitakan sebelumnya, Anies Baswedan membeberkan kriteria cawagub yang akan mendampingi dirinya.

Cawagub DKI, kata Anies, juga harus mendukung visi misi yang telah disepakati oleh Anies dan Sandiaga ketika berkampanye dulu, dan tidak membawa visi mis baru.

"Tidak terlibat dalam proses kampanye, tidak ikut berjanji apa yang akan dikerjakan selama 5 tahun di Jakarta, karena itu, poin nomer satu wakil harus taat pada visi dan janji gubernur," ujar Anies

"Nanti saya akan bicara dengan calon yang yang nanti dimunculkan. Ketika Gerindra-PKS bersepakat, maka dua yang dicalonkan akan saya ajak bicara, ini visinya, jangan keluar dari visi, jangan membawa peta dan visi misi sendiri, taat pada ini," tambahnya.

Selain itu, Anies mengatakan bahwa pemegang otoritas adalah gubernur, sehingga cawagub harus taat pada gubernur.

"Yang kedua, komandan di tempat ini adalah Gubernur. Saya pemimpinnya, saya pemegang otoritas, Anda tak punya tanda tangan, yang punya tanda tangan adalah gubernur, karena itu taat pada gubernur 100 persen," tambahnya.

Diketahui, Gerindra DKI dan PKS DKI akhirnya menyepakati wagub yang akan dipilih berasal dari PKS.

Dua nama kandidat dari PKS yang akan dipilih melalui DPRD DKI Jakarta itu harus diputuskan melalui fit and proper test.

DPD Gerindra DKI dan DPW PKS DKI akan membentuk badan untuk melakukan fit and proper test tersebut.

Masing-masing partai akan menunjuk dua orang untuk menjadi anggota badan.

Badan itu nantinya akan memutuskan dua kader PKS hasil fit and proper test yang dicalonkan sebagai kandidat wagub untuk dipilih melalui pemungutan suara di DPRD DKI Jakarta.

Namun, jika calon dari PKS tidak lulus fit and proper test, DPD Gerindra dan DPW PKS DKI akan kembali rapat untuk menentukan langkah berikutnya.

Kondisi itu membuat Gerindra berpeluang mencalonkan wagub DKI.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post