Selasa, 13 November 2018

Dinilai Tidak Becus Dan Hanya Nyinyir Saja, Direktur Eksekutif Analisis Politik Indonesia Ini Tuntut Fadli Zon Mundur Dari Pimpinan DPR RI

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia (API) Maksimus Ramses Lalongkoe mendesak Fadli Zon mundur dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Desakan mundur itu menyusul banyaknya komentar dan pernyataan Fadli Zon akhir-akhir ini yang tidak menggambarkan sebagai wakil rakyat.

"Memang akhir-akhir ini banyak sekali komentar dan pernyataan pak Fadli Zon yang tidak menggambarkan sebagai wakil rakyat Indonesia, padahal dia kan salah satu pimpinan DPR, sebaiknya dia mundur saja dari pimpinan DPR," kata Ramses kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Menurut Ramses, Fadli Zon DPR, seharusnya lebih banyak menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat bukan malah rajin membuat puisi yang cenderung menyiyir.
"Harusnya Fadli Zon menggunakan kepercayaan rakyat sebagai wakil rakyat menjalankan fungsinya bukan malah rajin buat puisi yang isinya cenderung nyiyir," ujarnya.

Diketahui, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zonkerap menyampaikan kritik pedas kepada Presiden Joko Widodo. Fadli juga termasuk politisi yang selalu berseberangan dengan kebijakan pemerintah.

Lewat akun Twitter-nya, Wakil Ketua DPR itu seringkali membuat puisi atau cuitan kontroversial yang dianggap banyak pihak mengarah ke Presiden Jokowi.

Terbaru, ia membuat puisi tentang berjudul 'Ada Genderuwo di Istana.' Puisi itu berkaitan dengan pernyataan Jokowi soal 'politik genderuwo.'

Berikut puisi Fadli berjudul 'Ada Genderuwo di Istana' yang diunggah di akun Twitternya pada Minggu (11/11/2018).

ADA GENDERUWO DI ISTANA

ada genderuwo di istana
tak semua orang bisa melihatnya
kecuali yang punya indra istimewa

makhluk halus rendah strata
menakuti penghuni rumah penguasa
berubah wujud kapan saja
menjelma manusia
ahli manipulasi
tipu sana tipu sini

ada genderuwo di istana
seram berewokan mukanya
kini sudah pandai berpolitik
lincah manuver strategi dan taktik

ada genderuwo di istana
menyebar horor ke pelosok negeri
meneror ibu pertiwi

Fadli Zon, 11 Nopember 2018

"Ya kan spontanitas. Terawangan saya memang ada genderuwo di Istana," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/11/2018) saat ditanya soal alasannya membuat puisi tersebut.

Fadli mengaku membuat puisi itu dalam waktu 10 menit. Tambahnya, puisi itu juga tidak ditujukan pada siapa pun. "Ya kan Pak Jokowi ngomong seperti itu kemudian ada inspirasi terus menurut penerawangan saya memang di sana ada genderuwo," ungkapnya.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post