Selasa, 13 November 2018

Cekcok, Anies Vs Ketua DPRD DKI Soal Isu Tanah Abang Kumuh

Loading...
Loading...


Bruniq.com  - Isu Tanah Abang bikin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi beradu argumen. Gara-garanya, Pras, sapaan Prasetio, menyebut Tanah Abang kini kumuh.

Pernyataan Tanah Abang kini kumuh disampaikan Pras saat rapat dengan Dinas UMKM di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Kekumuhan itu, menurut Pras, membuat Presiden Joko Widodo malu mengajak tamunya dari luar negeri datang ke pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

"Pasar Tanah Abang adalah ikon Indonesia, UMKM ya, dan selalu Presiden membawa tamunya ke situ. Sekarang Presiden nggak berani karena kekumuhan itu terjadi," kata Pras.
Biasanya lorong skybridge itu mulai padat sejak pukul 14.00 WIB hingga sore. Pedagang menyebut keberadaan mereka tak berniat mengganggu akses pejalan kaki.

Pras menyoroti soal kemacetan di sekitar Pasar Tanah Abang. Dia meminta Dinas UMKM serius melakukan pembenahan. "Beliau (Jokowi) juga kalau masuk ke situ akhirnya menghambat ke mana-mana dan kemacetan ada di mana-mana," sebut Pras.

"Sekarang jadi permasalahan baru, di situ jadi tempat kumuh lagi, yang dulu saya sebagai salah satu orang yang turut membantu Pak Jokowi, Pak Sekda pada saat itu sebagai wali kota, kapolsek, Kapolda, dan Pangdam membersihkan tempat itu," jelas politikus PDI Perjuangan itu.

Seperti apa kondisi Tanah Abang yang dikritik Pras? Dilihat langsung kondisi di wilayah Pasar Tanah Abang, Selasa (13/11/2018) hari ini, sekitar pukul 10.00 WIB, para pedagang sudah banyak membuka lapak. Tak hanya di kios-kios, PKL juga menggelar dagangan di trotoar.

Trotoar yang kini ditempati PKL Tanah Abang di antaranya trotoar Jalan Kebon Jati. Trotoar di lokasi ini didominasi PKL yang menjual pakaian. Selain itu, PKL memenuhi trotoar Jalan Jatibaru. Para pedagang pakaian juga mendominasi trotoar ini.

Keberadaan PKL itu membuat akses pejalan kaki terganggu. Dari sekitar 2,5 meter lebar trotoar, hanya sekitar 1 meter yang bisa dipakai untuk pejalan kaki. Para PKL juga menempati lorong skybrigde yang berada dekat Stasiun Tanah Abang. Di lokasi ini, mereka menggelar dagangan di dekat alat-alat proyek.

"Kalau kumuh, kotor, itu gimana maksudnya? Kalau kotor karena sampah kan nggak, kita sampah masing-masing saja kita buang sendiri. Jadi nggak bikin kotor," kata salah seorang pedagang asongan di kolong skybridge Tanah Abang, Harun (57), saat ditanya tanggapannya soal pernyataan Prasetio.


Di lokasi ini, banyak PKL yang menggelar dagangan. Mereka memaklumi jika kondisi ini dianggap semrawut karena banyak PKL yang memenuhi trotoar dan lorong skybridge.

"Ya itu kan pendapat orang. Sekarang kan (skybridge) di atas belum selesai. Kalau sudah selesai, kita pindah ke atas. Bakalan rapi di sana," ujarnya.

"Kan kita cuma di pinggir-pinggir. Nggak mungkin juga kita dagang di tengah jalan, orang-orang lewat. Kita datang di sini karena belum ada tempat. Kalau nggak dagang, dapat duit dari mana," kata pedagang lainnya, Mahdi.

Pengunjung Tanah Abang juga bicara. Ada yang berharap pedagang tertib meski harus menggelar dagangannya di trotoar dan lorong skybridge. Pengunjung juga ingin akses pejalan kaki tetap ada.

"Kan sudah berkali-kali ditertibkan, tapi sekarang masih kayak gini. Kalau yang di trotoar sih memang agak padat, kalau jalan papasan agak susah. Tapi selagi teratur dan kita masih bisa jalan, nggak masalah juga. Kita tunggu pemerintah saja ngasih aturan biar baik buat pedagang, baik buat pengunjung," kata seorang pengunjung bernama Sari.


Lalu bagaimana Anies merespons Pras? Menurut Anies, komentar Tanah Abang kini kumuh menandakan Pras terlalu sering melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

"Memang ada tamu siapa yang datang? He-he-he.... Tanyain tuh, kapan memang (Jokowi) mau ngajak (tamu) terus nggak jadi? Mungkin Pak Ketua kebanyakan kunker. Jadi lupa sama Jakarta," kata Anies di Balai Kota.

Anies berseloroh, karena sering melakukan kunker, Pras jadi lebih akrab dengan daerah lain. "Malah nanti jadi anggota DPR daerah (lain) tuh nanti," sebut Anies bercanda.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post