Senin, 08 Oktober 2018

Sempat Foto Bersama Pamlet Wajah Ratna Sarumpaet, Ini Pengakuan Ingrid Kansil Bersama Dorce Gamalam

Loading...


Bruniq.com - Ingrid Kansil sempat berfoto dengan Dorce gamalama dengan memegang pamflet wajah Ratna Sarumpaet. Tak mau namanya terseret, ia lantas beri penjelasan.

Beberapa waktu lalu, Ingrid Kansil mengunggah foto bersama Dorce Gamalama dengan memegang Pamflet Wajah Ratna Sarumpaet yang bonyok.

Sebelumnya, foto itu juga sempat diunggahnya ke akun Instagram. Foto tersebut juga bertuliskan keduanya mengutuk keras aksi kekerasan terhadap Ratna Sarumpaet, jika kejadian penganiayaan terhadap Ratna benar adanya.
Namun, Ratna Sarumpaet telah mengakui kebohongannya. Dugaan penganiayaan tidak pernah ada, ternyata Ratna melakukan sedot lemak di pipi. Karena pengakuan Ratna itu, Ingrid Kansil akhirnya menghapus unggahannya dari instagram.

Dilansir dari TribunWow, Minggu (7/10/2018), Ingrid Kansil menjelaskan bahwa mengunggah foto Ratna Sarumpaet karena rasa peduli terhadap wanita yang dianggapnya teraniaya. Ia juga mengaku tidak sengaja bertemu dengan Dorce sebelum akhirnya foto bersama.

"Ini tahun politik banyak digoreng-goreng. Saya sudah secara gamblang menyampaikan bahwa ini tidak sengaja bertemu Dorce," kata Ingrid.

Ia hanya merasa prihatin jika penganiayaan tersebut benar-benar terjadi.

"Kita betul-betul prihatin, nurani seorang ibu sama Bunda Dorce, perempuan (Ratna Sarumpaet) digebukin seperti itu," ujarnya.

Diketahui, Ingrid merupakan anggota DPR yang duduk di Komisi VIII DPR RI untuk memperjuangkan hak wanita.

Karena itulah, ketika melihat foto Ratna Sarumpaet yang telihat babak belur, hatinya tergugah dan lantas melakukan pembelaan.

Ia mengaku terbiasa melakukan pembelaan jika ada kejadian yang berkaitan dengan wanita dan anak.

"Jadi saya biasa menyuarakan kalau ada hal-hal tindak kekerasan yang terkait dengan perempuan dan anak," ucapnya.

"Jadi mitra kerja saya memang KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia---Red), Komnas Perempuan, karena memang konsentrasinya di pemberdayaan perempuan," tambahnya.

Ia kembali menegaskan jika dirinya tidak bermaksut menyebarkan berita bohong.

"Jadi kami tidak tahu menahu kalau itu ternyata hoax," ucapnya.

Melalui akun Instagramnya, Ingrid juga memposting video saat ia melakukan klarifikasi bersama Dorce, Sabtu (6/10/2018).

Ia menuliskan penjelasan panjang lebar sebagai keterangan video yang diunggahnya.

"Melihat semakin berkembangnya berita simpang siur yang menimbulkan asumsi2 yg semakin liar dan Fitnah thd saya.

Saya bersama Bunda Dorce memutuskan untuk melakukan Klarifikasi melalui Press Conference hari ini Sabtu 06/10/18 bersama Kawan-kawan media guna kejelasan maksud dan tujuan sesungguhnya agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlanjut,

Meskipun sesungguhnya kami melihat bahwa ada banyak hal lebih penting dengan urgensi yang lebih besar untuk diketahui dan dikembangkan pemahamannya bagi masyarakat .

Namun Demikian, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya melalui Media Sosial Instagram sy bahwa postingan foto saya bersama Bunda Dorce dengan memegang pamflet dukungan atas Kekerasan yang dialami oleh Ibu Ratna Sarumpaet sama sekali tidak ada kaitan politis ataupun pesanan kepentingan suatu pihak,

Melainkan murni kepedulian saya terhadap nurani sesama perempuan yang mengalami ketidakadilan.

Untuk diketahui pamflet tsb didapatkan bunda Dorce ketika beliau melihat ada keramaian dijalanan (demo hari anti kekerasan) yg kemudian diperlihatkan pd saya ketika bertemu ngga sengaja di sebuah resto.

Perlu saya sampaikan dan tekankan jg bahwa kepedulian serta bentuk solidaritas saya kepada kasus-kasus kekerasan terhadap perempun bukan sekali ini saja terjadi namun jauh sebelum kasus ini, selama saya menjadi Anggota Dewan yang diamanah rakyat untuk mewakili suara kaum perempuan dan anak di Komisi 8.

Saya juga merasa kecewa ketika pada akhirnya diketahui bahwa kasus kekerasan tersebut hanyalah kebohongan publik semata.

Saya pun mengecam keras segala bentuk penyebaran berita hoax oleh pihak mana pun apalagi hingga menimbulkan keributan dan menciptakan keresahan masyarakat.

Biarlah kemudian aparat hukum yang menyelesaikan kasus ini dan marilah kita semua semakin cermat untuk terus bijaksana di dalam memahami Berita dan memilah informasi dari media sosial dewasa ini," tulis Ingrid.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post