Sabtu, 20 Oktober 2018

Respons Jubir Prabowo-Sandi soal Caleg PAN yang Tolak Ikut Kampanye di Pilpres

Loading...


Bruniq.com - Koordinator Juru Bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa Sekjen PAN Eddy Soeparno telah mengklarifikasi pernyataannya kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) terkait sejumlah calon anggota legislatif yang diusung partainya menolak untuk ikut mengampanyekan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu diungkapkan Eddy saat menjadi narasumber dalam rilis survei PolMark Indonesia, di Jakarta, Kamis (18/10/2018). Dalam kesempatan itu, Eddy juga mengakui bahwa partainya memang akan lebih fokus memenangkan pileg 2019 ketimbang pilpres.

Menurut Dahnil, ada salah penafsiran atas pernyataan Eddy tersebut. Dalam klarifikasinya itu, Eddy menyampaikan bahwa di sejumlah daerah, basis dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga dan PAN memang lemah.

Oleh sebab itu, dibutuhkan strategi khusus dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.
"Mas Eddy menyampaikan, di daerah tertentu yang basis dukungan Prabowo Sandi lemah dan juga PAN lemah, maka dibutuhkan strategi khusus," ujar Dahnil saat dihubungi, Jumat (19/10/2018).

"Tidak benar pernyataan itu disampaikan Mas Eddy, beliau telah melakukan klarifikasi," tuturnya

Dahnil mengatakan, sebagai bagian dari koalisi pengusung, PAN telah menunjukkan komitmennya untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga.

Hal itu ditunjukkan juga oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang aktif berkeliling ke Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat bersama calon wakil presiden Sandiaga Uno selama dua minggu belakangan.

"Saya komunikasi kemarin dengan Ketum dan Sekjen DPP PAN, beliau berdua menyampaikan seluruh Caleg PAN kampanye pilih 212. Pilih Presiden Prabowo-Sandi Nomor 2, Pilih Partai PAN nomor 12," kata Dahnil.

Secara terpisah, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan, selain fokus di pemilu legislatif, partaina juga berkomitmen untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

"Saya katakan bahwa kami juga berkomitmen untuk pemenangan pilpres. Buktinya selama tiga minggu kami berkeliling pulau Jawa bersama cawapres dalam rangka sosialisasi," kata Eddy melalui pesan singkat, Jumat (19/10/2018).

Sebelumnya, saat menjadi narasumber dalam rilis survei PolMark Indonesia, di Jakarta, Kamis (18/10/2018), Eddy Soeparno mengakui partainya lebih fokus untuk memenangi pemilu legislatif ketimbang pemilu presiden 2019.

Menurut dia, banyak kader PAN menyadari bahwa eksistensi partainya akan tergerus karena tak mempunyai tokoh yang diusung di Pilpres.

"Saya menerima WhatsApp, SMS, wah ternyata yang kita pilih itu bukan kader. Kalau kita sekarang keluar teriak-teriak Pak Prabowo, yang dapat angin positifnya Gerindra, bukan PAN," kata Eddy.

"Akhirnya tersadarkan ujung-ujungnya kita harus bergerak untuk memenangkan pileg," tambah Eddy.

Eddy meyakini tak hanya PAN, namun semua parpol lain yang tidak mempunyai perwakilan di Pilpres 2019 akan lebih fokus di Pileg.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengakui ada sejumlah calon anggota legislatif yang diusung partainya menolak untuk ikut mengkampanyekan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post