Jumat, 05 Oktober 2018

Reaksi Keluarga Korban KM Sinar Bangun Soal Rekening Ratna Sarumpaet: Jangan Duka Kami Dijual

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Polemik kasus kebohongan Ratna Sarumpaet soal penganiayaan terus bergulir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan terkait rekening Ratna Sarumpaet yang menimbulkan polemik.

Dikutip dari Kompas.com, Argo mengatakan, penyelidikan dilakukan karena banyaknya masyarakat yang mempertanyakan mengenai rekening yang digunakan Ratna.

Rekening tersebut digunakan Ratna untuk membayar biaya perawatan medis di RS Bina Estetika.

Rekening itu juga digunakan untuk menggalang dana kemanusiaan untuk korban kapal tenggelam di Danau Toba.
"Tentunya itu nanti juga akan menjadi agenda penyelidikan dari penyidik ya karena ada juga yang menyampaikan bahwa nomor rekeningnya itu sama dengan waktu kejadian kapal tenggelam di Danau Toba dengan pembayaran di Bina Estetika," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10/2018).

"Nanti penyidik akan melakukan penyelidikan apakah ditemukan pidana atau tidak di situ," katanya menambahkan.

Nomer Rekening BCA 2721360727 pernah dibuka dan dijadikan menampung bantuan amal untuk ditujukan kepada keluarga korban tenggalamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Melalui sang putri Atiqah Hasiholan, Ratna dan pada 29 Juni 2018 menghimpun dana.

Mereka menganjurkan agar sumbangan ditransfer selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB esok harinya.

Hal ini seperti dikutip dari unggahan akun Instagram istri Rio Dewanto tersebut @atiqahhasiholan.

Sementara itu, seorang keluarga korban tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun ikut berkomentar terkait temuan penggunaan nomor rekening Ratna Sarumpaet tersebut.

Dikutip dari Tribunnews, Robert Sidauruk, orang tua satu dari korban KM Sinar Bangun mengaku mengetahui kedatangan Ratna Sarumpaet ke Pelabuhan Tiga Ras Kabupaten Simalungun untuk meninjau korban-korban tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Namun, selama ini dia tidak pernah mengetahui Ratna membuka rekening peduli Korban KM Sinar Bangun.

“Kami tidak pernah tahu kalau Ratna Sarumpaet pernah membuka rekening,” ujarnya saat ditemui Tribun di Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (5/10/2018).

Robert Sidauruk, ayah Jaya Sidauruk (25), korban tenggelam kecelakaan yang masih hilang hingga hari ini mengatakan tidak mengetahui apakah ada bantuan dari Ratna Sarumpaet.

Sepengetahuannya, bantuan Ratna tidak pernah sampai kepada keluarga-keluarga korban di Pulau Samosir, termasuk dirinya.

Menanggapi Ratna menggunakan rekening yang sama dalam proses biaya operasi, tentu Robert merasa terpukul.

Kata Robert, selaku ayah kandung keluarga korban dia tidak mempersoalkan jumlah besaran dana, melainkan menilai Ratna memperdalam luka di atas duka para keluarga korban tenggelamnya Km Sinar Bangun, termasuk dirinya.

“Menurut kami, ini Ratna terlalu tega dan sudah pelecehan kepada kami para keluarga Korban KM Sinar Bangun. Kami tidak melihat jumlah besaran angka, tapi jangan duka kami dijual,” ujar Robert kesal.

Kepala Desa Simanindo ini juga berharap, kepolisian dapat memproses kasus tersebut dengan bijak.

Apalagi, keluarga korban masih dilanda duka berkepanjangan.

Diwawancarai pada saat kejadian Juli 2018 lalu, Robert menuturkan Anaknya Jaya Sidauruk pernah bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

Namun, dua bulan sebelum kejadian, Jaya tidak lagi bekerja sebagai ABK pada kapal penyeberangan Simanindo-Tigaras.

Entah mengapa, pada hari nahas 18 Juni, putra sulungnya tersebut pergi ke kapal dan hari itu menjadi perpisahan terakhir bagi mereka.

Sebelum mengetahui anaknya sendiri yang menjadi korban, pasca kejadian dia malah masih ikut membantu membawa korban ke Puskesmas terdekat saat mengevakuasi korban dari Danau Toba.

Dirinya bahkan, tidak pernah menyangka ternyata anaknya juga menjadi korban di dalam kapal maut itu.

Maria Sidauruk, keluarga korban lainnya kepada Tribun pada Jumat (5/10/2018) mengatakan hal serupa.

Selama ini dia mengaku tidak tahu-menahu soal rekening yang dibuka Ratna Sarumpaet untuk membantu keluarga Korban KM Sinar Bangun.

Pasca kejadian hingga saat ini, dia mengaku tidak berhubungan dengan Ratna perihal dompet peduli KM Sinar Bangun.

Selebihnya, Maria mengaku menyerahkan itu kepada pihak kepolisian saja.

Maria sedikitnya kehilangan 12 anggota keluarga dekatnya yang di antaranya adalah keponakannya.

Saat itu, kata Maria, kerabat keluarganya berkumpul di Sihusapi, Samosir untuk menjalankan prosesi pesta tugu pada adat istiadat Batak.

Para kerabat keluarga yang sudah lama merantau, termasuk yang sudah lahir di perantauan pun pulang ke tanah leluhur mereka di Samosir ketika itu.

Maria mengatakan, momen itu saat yang tepat melepas rindu antar keluarga.

Tetapi nahas, momen baik itu menjadi perpisahan terakhir bagi keluarga besar itu.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post