Selasa, 09 Oktober 2018

Ratna Sarumpaet Disebut Sakit ? Hasil Cek Kesehatan Atau Biddokkes Ini Mematahkan Jurus Lari Ratna Sarumpaet Dan Pengacaranya

Loading...


Bruniq.com - Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Imam mengatakan, menurut hasil pemeriksaan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya, Ratna Sarumpaet dinyatakan sehat.

"Yang jelas, Biddokkes menyatakan bahwa Bu Ratna sehat," ujar Barnabas, ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (9/10/2018).

Ia mengatakan, setiap tahanan yang akan tinggal di Rutan Polda Metro Jaya akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatannya.

"Sesuai dengan SOP semua tersangka yang akan dimasukkan ke tahanan wajib dicek kesehatannya terlebih dahulu ke dokter di Biddokkes Polda Metro Jaya, termasuk pula tentunya riwayat sakit dan obat-obatan yang mungkin diminumnya," ujar Barnabas.

Barnabas juga memastikan, saat ini Ratna tak sedang mengkonsumsi obat-obatan secara rutin.

"Dan beliaunya sampai hari ini tidak ada keluhan sakit atau permintaan untuk dibawa ke dokter, begitu," ujar dia.

Sebelumnya, Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasrudin menyambangi Polda Metro Jaya, Kamis (8/10/2018) siang.

Ia membawa surat permohonan penahanan kota serta surat jaminan dari keluarga untuk diserahkan kepada penyidik.

Dalam surat jaminan tersebut, keluarga memastikan jika Ratna tak akan melarikan diri, tak akan mengulangi perbuatan, tak akan menghilangkan barang bukti, serta akan mempermudah proses penyidikan polisi meski menjalani proses hukum di luar rumah tahanan.

Salah satu hal yang melandasi permohonan surat permohonan penahanan kota tersebut adalah kondisi kesehatan Ratna.

Insank menyebut, kliennya harus minum obat setiap hari.

"Beberapa kali disampaikan (oleh Ratna) bahwa, 'saya ini setiap hari harus mengonsumsi obat'. Nah, obatnya ini apakah obat untuk sebuah penyakit atau vitamin, saya belum tahu itu," ujar Insank, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/10/2018).

Adapun sejak Jumat (5/10/2018), Ratna ditahan setelah sebelumnya statusnya dinaikkan menjadi tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaks tentang cerita penganiayaannya di Bandung, pada tanggal 21 September 2018.


Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post