Minggu, 07 Oktober 2018

Polisi Kembali Panggil Amien Rais untuk Kasus Ratna Sarumpaet, Ini Respons Gerindra

Loading...


Bruniq.com - Juru bicara tim pemenangan Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyerahkan sepenuhnya kepada polisi dalam menangani kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

Termasuk rencana kepolisian menjadwalkan pemanggilan Amien Rais untuk yang kedua kalinya pada pekan depan.

"Kami menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengusut kasus tersebut," kata Andre kepada Tribunnews, Minggu (7/10/2018).

Hanya saja Andre mengingatkan bahwa Amien Rais dan tokoh-tokoh lainnya hanyalah menjadi korban dalam kebohongan Ratna Sarumpaet tersebut. Mereka hanya merasa prihatin, atas cerita Ratna sebelum kemudian hal tersebut diketahui sebagai kebohongan.
"Cuma saya ingatkan posisi pak Amien dan lainnya hanya menjadi korban," kata Andre.

Sementara itu terkait pernyataan polisi yang menyebut kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet, Andre menjawab santai.

Ia kembali mengulang jawaban seperti sebelumnya bahwa posisi Amien Rais, Prabowo, Fadli Zon, dan lainnya hanyalah korban.

"Ya silakan kami ikuti proses hukum, tapi ya itu tadi kami adalah korban hoaks," pungkasnya.

Polda Metro Jaya menjadwalkan pemanggilan kedua kepada mantan ketua MPR, Amien Rais terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoax drama Ratna Sarumpaet.

"Iya sudah dijadwal ulang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Minggu (7/10/2018).

Rencananya, Amien dijawdwalkan penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi pekan depan. Meski begitu, Argo mengaku belum dapat informasi pasti mengenai hari pemanggilan pihak penyidik.

"Minggu depan (dijadwalkan ulang). Tanggalnya, belum," katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (5/10) lalu, Amien juga direncanakan dimintai keterangannya. Kendati demikian, hingga malam hari, ia tak juga muncul memenuhi panggilan pertama pihak kepolisian.

Ratna sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax pada Kamis (4/10) lalu. Ia ditangkap saat hendak terbang menuju Chili guna menghadiri sebuah acara. Ia pun resmi ditahan keesokan harinya.

Ratna disangkakan dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE. Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post