Selasa, 23 Oktober 2018

Pemeriksaan Ratna Sarumpaet Selesai Jam 9 Malam Tadi, Pengaraca Ungkap Kalau Staf Bu Ratna Tahu Kabar Hoax Penganiayaan Itu Ketka Ini

Loading...


Bruniq.com - Asisten Ratna Sarumpaet, Ahmad Rubangi, diperiksa dalam kasus hoax penganiayaan. Rubangi ditanya penyidik soal penyampaian informasi hoax penganiayaan hingga operasi plastik Ratna di RS Bina Estetika.

Rubangi diperiksa sekitar 8 jam di Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya. Rubangi mendapat 35 pertanyaan dari penyidik.

"Sudah selesai tadi jam 9 malam. Jadi yang dibicarakan, yang ditanya sama penyidik, hanya tentang penyampaian berita penganiayaan yang di Bandung," kata pengacara Rubangi, Akbar Alamasyah, saat dihubungi, Senin (22/10/2018).

Menurut Akbar, Rubangi bersama seluruh staf awalnya percaya mengenai kabar penganiayaan Ratna. Ketokohan Ratna menjadi salah satu faktor Rubangi mempercayai kabar tersebut.

"Oh iya, kan kita semua percaya karena dia salah satu tokoh. Artinya, kita berempati sama dia. Dan kita merasa bersedih dengan usianya sudah tua. Tapi kenyataannya seperti itu, gimana lagi," ujarnya.

Sebelum mengakui kebohongan, Ratna menceritakan soal penganiayaan itu kepada staf dan keluarganya. Alasan yang diceritakan Ratna kepada keluarga sama persis dengan alasan yang disampaikan saat jumpa pers pada 3 Oktober 2018.

"Karena dia khawatir akan pertanyaan dari anak-anaknya dan orang-orang di rumah dia. Jadi dia timbullah bahasa seperti itu, kan. Kan bahasa Ibu nggak tahu setan dari mana. Nah, akhirnya itu terbawa semakin menyeret dia lebih dalam," paparnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, kebohongan Ratna terbongkar. Ratna akhirnya mengaku bersalah dan mengumpulkan para staf dan keluarganya.

"Kemudian Ahmad Rubangi beserta rekan-rekan di rumah, asisten ibu Ratna, itu tanggal 3 Oktober pagi, sekitar pukul 07.00. Semuanya dikumpulkan di rumah, di rumahnya Ibu. Sebelum siang, sore harinya, ibu mengadakan press conference. Jadi mereka semua tidak tahu. Jadi baru hari itu saja tanggal 3 tahu," ujarnya.

Para asisten dan rekan Ratna kaget saat mengetahui kabar penganiayaan ternyata hoax. Rubangi kemudian menyarankan Ratna menggelar konferensi pers untuk mengklarifikasi soal penganiayaan itu.

"Sebelum tanggal 3, kan tahu seperti semua kita tahu. Sebelum tanggal 3, itu ada penyampaian berita bohong yang tadi. Pas tanggal 3 semua tercengang tapi duluan mereka yang tahu, sorenya kan kita tercengang. Kaget kita. Tapi sebelum kita semua pada tahu, salah satunya, pagi, Ahmad Rubangi dikasih tahu sama Ibu," ujarnya.

"Jadi dia sama sekali tidak tahu, kaget, tanggal 3 pagi jam 7 semua dikumpulin sama RS, jadi di situ dia cerita. Makanya pada kaget semua. Ada yang menyarankan. Ya sudah Bu, kalau begitu gimana. Ya sudah, saya buatkan preskon katanya. Ya sudah, bikin. Nah, termasuk Ahmad Rubangi yang menyiapkan semua itu, yang sibuk. Kan dia termasuk asistennya," sambungnya.

Rubangi bekerja membantu Ratna sejak Juni 2016. Dia awalnya bekerja sebagai driver Ratna tapi diangkat menjadi asisten untuk membantu aktivitas Ratna di LSM dan kegiatan lainnya.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebaran berita bohong alias hoax untuk membuat keonaran. Ratna disangkakan dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE.

Ratna menjadi tersangka setelah polisi menerima laporan soal hoax penganiayaan. Ratna memang mengakui kebohongannya setelah polisi membeberkan fakta-fakta penelusuran isu penganiayaan.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post