Minggu, 07 Oktober 2018

Menyandingkan Cerita Ratna Sarumpaet dan Fadli soal Hoax Penganiayaan

Loading...
Loading...


Bruniq.com  - Ratna Sarumpaet kini menyandang status sebagai tersangka setelah dia mengakui kebohongannya soal penganiayaan. Setelah Ratna buka-bukaan, giliran Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang bercerita tentang awal mula kisah fiksi tersebut.

"Dia mengirim foto ke saya, ke ajudan Prabowo, Said Iqbal, ditulis 'off the record 21 September malam'," tutur Fadli seraya mengulang percakapannya dengan Ratna dalam diskusi 'Ancaman Hoax dan Keutuhan NKRI' di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Sebelumnya Ratna pada Rabu (3/10) juga bercerita bahwa Fadli yang pertama menemuinya. Namun Ratna tak bercerita dirinya terlebih dahulu mengirim foto ke Fadli.

Baca juga: Kasus Ratna Sarumpaet, Sandi: Kami Tak Ingin Menambah Beban Hidupnya

Secara garis besar pernyataan Ratna dan Fadli senada. Namun ada beberapa perbedaan. Berikut perbandingan pernyataan Fadli dan Ratna:

1. Fadli Awali Cerita Dapat Foto

Fadli Zon mengaku mulanya mendapat kiriman foto dari Ratna Sarumpaet. Awalnya foto itu hanya untuk kalangan internal mereka.

"Dia mengirim foto ke saya, ke ajudan Prabowo, Said Iqbal, ditulis 'off the record 21 September malam'. Saya sampai langsung bertanya, saya bisa tunjukkan WA saya sama RS itu, dan kalau misalnya ada yang menyadap, buka saja sadapannya WA telepon saya. Saya langsung katakan, 'itu siapa?', karena saya nggak kenal. 'Itu aku' (jawab Ratna). Langsung saya telepon, 'loh kenapa Bu Ratna?', 'Saya dianiaya', 'Kapan terjadinya? Terus kenapa baru sekarang? Kenapa nggak lapor polisi?', 'Ah nanti saya ini dulu lah'," papar Fadli di gedung DPR, Jumat (5/10).

Sementara itu Ratna dalam pernyataannya tak menyebut mengirimkan foto ke Fadli terlebih dahulu. Dia langsung cerita saat Fadli menemuinya.

"Sampai ketemu Fadli Zon datang ke sini, cerita itu yang sampai ke dia. (Said Iqbal saya panggil ke sini) cerita itu juga yang berkembang di percakapan," ungkap Ratna di kediamannya, Rabu (3/10).

2. Fadli dan Ratna Sama-sama Tak Sebut Tanggal Pertemuan

Setelah mendapat kiriman foto dari Ratna, Fadli langsung berniat mengunjunginya. Namun Fadli tak menyebut kapan tepatnya kunjungan pertamanya ke rumah Ratna itu terkait kabar penganiayaan.

"Waktu itu di sini kita lagi nyambut obor Asian Para Games. Saya baru ke rumahnya jam 3-an (15.00 WIB)," ujar Fadli, Jumat (5/10).

Fadli tak menyebutkan kapan tepatnya percakapan itu berlangsung. Dia hanya menyatakan, saat itu sedang ada pawai obor Asian Para Games 2018. Pawai obor yang bertempat di kompleks parlemen berlangsung pada Senin (1/10).

Sama halnya dengan Fadli, Ratna juga tak menyebutkan kapan dirinya ditemui di rumahnya. Ratna juga tak mengungkapkan banyak apa yang dibahas saat dirinya dikunjungi Fadli.

3. Fadli Sarankan Ratna Visum

Menurut Fadli, dia banyak mendengarkan kronologi yang disampaikan oleh Ratna saat berkunjung. Setelah itu Fadli menyarankan untuk visum.

"Di dalam antara lain saya mendengarkan kronologi yang diceritakan Bu RS. Saya anjurkan lapor ke polisi, buat visum, 'ini harus diungkap ke publik karena membahayakan'. Saya lihat secara fisik lebam-lebam. Terus waktu sebelum saya keluar dari rumahnya, dia bilang 'aku sangat down, saya nggak terima perlakuan negara ini kepada saya'. Itu kata dia," beber Fadli, Jumat (5/10).

Sementara itu Ratna tak bercerita apa yang dibicarakan dengan Fadli. Ratna langsung melompat ke cerita bahwa fotonya sudah beredar.

4. Ratna dan Fadli Sama-sama Kaget Foto Lebam Jadi Viral

Foto pasca-opersi plastik Ratna yang seperti lebam kemudian jadi viral. Menurut Ratna, fotonya baru tersebar pada Selasa (2/10).

"Yang terjadi adalah hari Selasa tahu tahu foto saya sudah beredar di seluruh media sosial. Saya nggak sanggup baca itu," kata Ratna, Rabu (3/10).

Fadli juga kaget saat foto Ratna tiba-tiba viral. Padahal sebelumnya dinyatakan sebagai 'off the record'.

"Tiba-tiba selasa pagi dan Senin malam banyak beredar foto-foto itu di watsap. Saya nggak tahu dari mana beredarnya kabar RS dianiaya. Saya telepon waktu rapur (rapat paripurna), karena ramai yang telepon saya. Saya tanya, 'Bu Ratna ini foto sudah beredar sudah ada beritanya, bagaimana ini saya harus menjelaskan dan bagaiamana ini saya harus menjawab?'. Kita nggak bisa mendiamkan ini, jadi akhirnya dia bilang, 'silakan lah," ujar Fadli.

Fadli mengaku tak tahu detail peristiwanya seperti apa waktu itu. Dia hanya berbekal pengakuan Ratna yang belakangan baru diketahui hanya bohong belaka.

5. Fadli Bilang Ratna Minta Bertemu Prabowo dkk

Berdasarkan cerita Fadli, adalah Ratna yang meminta untuk bertemu capres nomor urut 02 Prabowo Subianto hingga Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Ratna, kata Fadli, ingin bicara ke Prabowo tentang cerita penganiayaanya itu.

"Bu Ratna minta ketemu Pak Prabowo, Amien, Said Iqbal dan menceritakan kembali apa yang terjadi kurang lebih dengan cerita yang sama. Dan tentu Pak Prabowo merasa terusik. Pak Prabowo ini orang yang selalu berusaha membela kalau ada yang meminta bantuan apalagi. Waktu kasus Wilfrida, misalnya, yang mau dihukum gantung di Malaysia itu Pak Prabowo luar biasa membela Wilfrida itu sampai akhirnya tidak jadi dihukum mati dengan meng-hire lawyer yang terbaik di sana dan lain sebagainya," tutur Fadli, Jumat (5/10).

Namun Ratna dalam pengakuannya tak bercerita bahwa dirinya minta bertemu Prabowo. Secara singkat dia hanya menyebut akhirnya bertemu dengan Prabowo.

"Saya ada beberapa peristiwa yang membawa ke Pak Djoksan (Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso), lalu membawa saya ke Pak Prabowo bahkan di depan Pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang saya cita-citakan memimpin bangsa ini ke depan, mengorek apa yang terjadi pada saya, saya juga masih melakukan kebohongan itu," ujar Ratna.

6. Prabowo Tak Tahu Cerita Penganiayaan Ratna Hoax

Ratna Sarumpaet menegaskan dalam pengakuannya kalau Prabowo tak tahu jika ceritanya hanya karangan. Ratna lantas memohon maaf ke Prabowo.

"Waktu saya berpisah dengan Pak Prabowo dan Amien Rais, saya sebenarnya tahu di hati saya ini salah. Tapi saya nggak coba ngoreksi. Itu yang terjadi, itulah yang terjadi, jadi tidak ada penganiayaan. Itu hanya cerita khayalan yang diberikan oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu," ujar Ratna, Rabu (5/10).

Begitu pula dengan Fadli yang menegaskan bahwa Prabowo tak tahu cerita yang sebenarnya. Prabowo kemudian menggelar konferensi pers.

"Oleh karena itu Pak Prabowo kemudian mengambil konferensi pers dan menyampaikan ini, bawah ini suatu tindakan yang ini kan mengirim message kalau ini tindakan yang benar terjadi, kita kan tidak tahu ini bukan suatu skenario yang kita tahu. Kita tidak tahu bahwa ini sebuah kebohongan," ungkap Fadli.


Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post