Jumat, 12 Oktober 2018

Kubu Jokowi Sindir Prabowo, Make Indonesia Great Again sama dengan Indonesia Hebat

Loading...
Loading...
jokowi, prabowo

Bruniq.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Abdul Kadir Karding menilai slogan Make Indonesia Great Again yang disuarakan calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto telah lebih dulu dilakukan Joko Widodo. Menurutnya slogan Make Indonesia Great Again adalah representasi slogan Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 lalu yakni Indonesia Hebat.

"Jadi Make Indonesia Great Again itu sudah diterapkan sebelumnya oleh Pak Jokowi, itu sama saja kan dengan Indonesia Hebat. Great itu hebat," kata Karding di posko pemenangan Jokowi-Maruf, Jalan Cemara, Jumat (12/10).

Menurutnya, slogan yang dicetuskan Donald Trump saat Pilpres Amerika dan dikutip ulang oleh Prabowo dengan mengubah kata Amerika menjadi Indonesia, mencerminkan ketiadaan prinsip.

Dia justru khawatir slogan tersebut memicu isu rasisme seperti yang terjadi saat Trump berkampanye.

"Kalau diterapkan khawatir mencontoh langkah-langkah yang dilakukan Mr Trump, membangun rasisme sebagai basis isu utama kebijakan utama, membangun perbedaan sara begitu menonjol agama tertentu diunggulkan agama lain dinegasikan. Kita di Indonesia adalah Pancasila," ucapnya.

Sebelumnya, Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto meniru kalimat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada saat Pemilu AS 2016, 'Make America Great Again'. Perkataan Trump tersebut diucapkan dengan menggantikan kata America dengan Indonesia.

"Kenapa bangsa Indonesia tak berani bilang Indonesia first, make Indonesia great again? Kenapa tidak ada pemimpin yang berani bilang gitu?," lantang Prabowo saat berpidato di Rakernas LDII, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Kalimat 'Make America Great Again' populer dalam Pilpres Amerika pada 2016 lalu. Slogan tersebut dipopulerkan oleh Presiden AS Donald Trump. Pada 1980, Ronald Reagen mantan presiden Amerika juga mengucapkan hal sama dalam kampanyenya.

Perkataan Prabowo tersebut terlontar usai membahas soal Neoliberalisme, sebagai paham ekonomi yang mengacu pada filosofi ekonomi-politik akhir-abad keduapuluhan.

"Karena semua negara berhasil adalah negara yang mampu mempertahankan ekonominya masing-masing. Dulu di Orde Baru saya percaya Neolib, saya percaya yang orang kaya sedikit dahulu tapi nanti nurun ke bawah. Tapi ternyata turunnya (sekarang) cuma setetes-setetes," ujarnya.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post