Sabtu, 06 Oktober 2018

Kubu Jokowi Duga Ada Propaganda ala Rusia dalam Hoaks Ratna

Loading...


Bruniq.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin, Arsul Sani menduga ada teknik propaganda ala Rusia yang dikenal sebagai firehose of the falsehood di balik kasus hoaks penganiayaan yang dilakukan Ratna Sarumpaet.

Atas dugaan itu, ia mendesak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut secara lebih luas, tidak hanya sebatas pada unsur-unsur pasal pidana yang dipersangkakan.
“Lebih jauh dari itu diharapkan menyelidiki kasus ini dalam spektrum yang lebih luas, yakni ada tidaknya penerapan teknik propaganda ala Rusia yang dikenal sebagai firehose of the falsehood,” ujar Arsul dalam pesan singkat, Jumat (5/10).

Arsul menjelaskan teknik propaganda ala Rusia tersebut memiliki ciri khas, yakni melakukan kebohongan-kebohongan nyata untuk membangun ketakutan publik. Ia menyebut kebohongan dengan teknik propaganda tersebut juga dilakukan berulang kali.

Tujuan dari teknik itu untuk mendapat keuntungan politik sekaligus menjatuhkan posisi politik lawannya.

Lebih lanjut, Arsul menyampaikan dugaan penerapan teknik propaganda tersebut diperkuat dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Ia mencontohkan soal kejadian terbakarnya mobil pribadi Neno Warisman. Ia melihat kasus tersebut memiliki tujuan yang sama dengan kasus Ratna.

“Sebelumnya dikembangkan pemberitaan tentang pembakaran mobil Neno Warisman yang diselidiki ternyata bukan dibakar oleh orang lain, tapi terjadi korsleting pada mobilnya,” ujarnya.

Tak hanya menimbulkan ketakutan publik, politisi PPP ini menyebut pola propaganda tersebut juga disertai dengan teknik playing victim.

Ia berkata teknik itu membuat publik berpandangan bahwa pelaku adalah korban yang teraniaya oleh satu pihak yang biasanya diasosiasikan dengan kelompok penguasa.

“Teknik propaganda tersebut merupakan salah satu sumber pengembangan hoaks dan ujaran kebencian,” ujar Arsul.

Lebih dari itu, ia menyatakan untuk memerangi hoaks dan ujaran kebencian hanya bisa dilakukan lewat penyelidikan yang secara luas oleh kepolisian.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post