Selasa, 09 Oktober 2018

Kisah Siswa SD yang Bawa Adik Sepupunya ke Sekolah...

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Belum lama ini, beredar foto seorang siswa sekolah dasar berseragam merah-putih tengah menggendong anak kecil di ruang kelas.

Foto ini diunggah pada Kamis (4/10/2018) oleh akun Facebook Leendya Putry Kurniawati atau Lindya Putri Kurniawati, seorang guru di SDN Palenggiyan 1, Sampang, Madura.

Dalam unggahannya, Lindya membagikan foto muridnya, Muhammad Zainatul Fata (10) atau akrab disapa Fata sedang menggendong adik sepupunya yang berumur 2 tahun di dalam kelas.
Sontak, unggahan ini menuai respons hingga 203.288 kali dan dibagikan 47.138 kali oleh pengguna Facebook lain.

Fata membawa adik sepupunya ke sekolah karena orangtua Fata bekerja di sawah dan pekerja bangunan. Sementara, orangtua sepupunya bekerja di sawah dan di luar kota.

Lindya mengaku, Fata sudah membawa sepupunya ke sekolah selama ia mengajar di SDN Palenggiyan dalam kurun setahun.

"Saya GGD (Guru Garis Depan), baru mengajar setahunan, jadi saya hanya bisa memberi informasi selama saya setahunan di sini," ujar Lindya, wali kelas 6 di SDN Palenggiyan 1, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/10/2018).

Awalnya, Lindya mengaku bingung apakah nantinya kegiatan belajar mengajar bisa terlaksana dengan baik dengan adanya kehadiran adik sepupu Fata.

"Bingung, apa bisa berjalan proses KBM. Tapi adiknya tidak pernah rewel, lambat laun karena enggak pernah rewel dan enggak menggangu, kami jadi terbiasa," ujar Lindya.

Tanggapan pihak sekolah

Menurut Lindya, pihak sekolah sebenarnya tidak berkenan ada siswa yang membawa salah satu anggota keluarga ke sekolah.

"Tapi tidak melarang," ujar Lindya.

Ternyata, tak hanya Fata saja yang membawa adik sepupunya ke sekolah. Ada juga sekitar 10 siswa yang membawa adiknya.

"Sudah sering semua siswa diingatkan untuk tidak boleh membawa adik. Tapi tetap saja dibawa. Kalau ditekan, besoknya malah enggak datang sekolah," ujar Lindya.


Keseharian

Fata, siswa kelas 5 SD ini, hobi bermain bola dengan teman-teman sekolahnya. Tak hanya mahir bermain bola, Fata juga unggul dalam pelajaran.

"Nilai-nilai Fata masih di atas rata-rata kelas. Ia juga rajin ke sekolah," ujar Lindya.

Dalam keseharian, Fata menempuh jarak sekitar 1 km dari rumah ke sekolah dengan berjalan kaki. Ia juga membawa adik sepupunya ke sekolah.

Lindya mengatakan, Fata bersekolah dari bagi sampai pukul 11.00. Kemudian, dilanjut dengan pendidikan madrasah atau mengaji.

"Fata pulang sekolah pukul 11.00-an, lanjut madrasah (mengaji) sampai pukul 16.00 sore," ujar Lindya.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post