Minggu, 07 Oktober 2018

Kisah Agustinus Lolos dari Lumpur Maut Petobo

Loading...
Loading...


Bruniq.com  - Agustinus Lalang dan Dominggus Karaeng, warga Petobo, selamat dari 'amukan' bumi Palu. Keduanya menyelamatkan diri dengan berbagai macam benda-benda yang ditemukan agar tak tersedot dalam lumpur.

"Mereka menyelamatkan diri menggunakan material yang ada di situ, seperti kayu, ranting, dan batang pohon. Mereka baru dijemput di Bandara Palu menuju Makassar," kata anak Agustinus Lalang, Chrisdianto Lalang (Arung), kepada detikcom, Selasa, 2 Oktober.
Saat terjadi gempa Magnitudo 7,4 itu, lanjut Arung, ayahnya dan Dominggus, yang merupakan sepupunya, tengah berada di dalam rumah. Mereka sempat berlari menghindari reruntuhan bangunan.


Setelah merasa aman, keduanya masuk lagi ke rumah. Namun tiba-tiba, pada pukul 18.07 Wita, terdengar suara gemuruh yang keras dan menakutkan dari dalam bumi.

Agustinus dan Dominggus pun kembali lari ke luar rumah. Sayang, begitu sampai di pintu depan, keduanya langsung terpisah diterjang gelombang lumpur yang bergulung-gulung dengan cepatnya. Agustinus menutup kedua kuping dan hidungnya saat terbawa arus lumpur.

Beberapa kali mencoba membalikkan badannya dan berdiri, tapi beberapa kali pula ia kembali hanyut terbawa derasnya gelombang lumpur. Akhirnya sebatang pohon menjadi penyelamat. Ia meraih akar pohon itu lalu menaikinya.

Setelah gelombang lumpur setinggi tiga meter itu berhenti, Agustinus berusaha keluar dari genangan lumpur. Lolos dari maut, ia menumpang sepeda motor menuju kantor Arung di Jalan Abdurraham Saleh sekitar pukul 22.30 Wita.

"Dia (Agustinus) kuat karena sering berdoa, setiap malam selalu mengandalkan Tuhan. Ada saja yang menolong. Ada yang kasih makan, kasih air," terang Arung, yang tinggal di kos temannya di Rambak.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post