Selasa, 23 Oktober 2018

Jadi Pro-Kontra, Pegawai KAI Tetap Menunduk Saat Kereta Berangkat

Loading...


Bruniq.com - Gestur menunduk dari pegawai PT KAI sebagai bentuk penghormatan setiap kereta berangkat menuai pro dan kontra. Meskipun demikian, porter hingga petinggi KAI tetap melakukan gestur itu seperti biasa.

Pantauan detikcom di Stasiun Gambir pukul 08.50 WIB, Selasa (23/10/2018), para porter berseragam paduan hijau dan hitam sudah bersiap di peron jalur 4 menanti keberangkatan KA Argo Jati tujuan Cirebon. Mereka lalu membentuk barisan berjajar dari ujung peron hingga gerbong ketiga.

Pegawai PT KAI bersiap saat kereta akan berangkat / Pegawai PT KAI bersiap saat kereta akan berangkat / Foto: Azizah Rizki/detikcom


Tepat pukul 09.00 WIB saat kereta berangkat, mereka mulai menundukkan kepala dan sedikit mencondongkan badannya ke depan. Gestur penghormatan ini mereka lakukan selama satu menit hingga gerbong terakhir kereta selesai melintas.

Di jalur 1, selain porter yang memang sudah bersiaga di peron setelah melayani penumpang, petugas Stasiun Gambir pun turut bergabung untuk melakukan gestur penghormatan. Tampak ada Kepala Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah, Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo, dan Kepala Stasiun Gambir Rizki Afrida bergabung dalam barisan.

Jadi Pro Kontra, Pegawai KAI Tetap Menunduk Saat Kereta BerangkatKepala Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah, Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo, dan Kepala Stasiun Gambir Rizki Afrida ikut menunduk saat kereta berangkat (Foto: Azizah Rizki/detikcom)


Tepat pukul 09.30 WIB saat kereta Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya berangkat dan peluit kereta berbunyi, mereka kompak menangkupkan tangan kanan ke dada dan menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan kepada para penumpang. Setelah gerbong terakhir melintas, barisan pun bubar dan beraktivitas kembali seperti biasa.

Kepala Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah mengatakan aturan gestur penghormatan ini berlaku tidak hanya untuk para porter. Semua petugas PT KAI yang sedang ada di peron saat kereta akan berangkat wajib melakukan gestur tersebut sebagai bentuk rasa terima kasih kepada penumpang.

"Ini sebagai ucapan terima kasih di mana pelanggan itu sudah bersedia menggunakan jasa kereta api. Kami ingin memberikan sesuatu yang baik ya dari hati kami yang tulus sebagai penghargaan, ucapan terima kasih kepada pelanggan yang sudah membuat perusahaan ini ada," ujar Dadan.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post