Selasa, 16 Oktober 2018

Ditolak Oleh Warga NTT, Ini Kata Fahri Hamzah

Loading...


Bruniq.com - Rencana kunjungan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke Kupang, NTT, dalam waktu dekat dikabarkan ditolak sejumlah ormas. Fahri dijadwalkan menghadiri acara salah satu ormas. Apa kata Fahri? 

"Saya belum mendapat konfirmasi, tapi saya ingin menyampaikan pesan sebenarnya karena tadinya saya ingin pergi ke Ende untuk mengenang kehidupan Bung Karno selama 5 tahun di Ende," kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

"Karena saya membaca buku Bung Karno karya Cindy Adams, salah satu bagian yang berkesan tentang pembuangan Bung Karno adalah waktu beliau di Ende, sebelum kemudian diasingkan di Bengkulu. Di Ende setelah beliau dikeluarkan dari Sukamiskin, beliau sering sekali diadili," imbuhnya. 

Menurut Fahri, ia sebenarnya tak ingin mengganggu orang. Dia mengaku hendak pergi ke NTT karena mendapat undangan.

"Nah itu sebenarnya, saya tidak ingin mengganggu siapa pun. Saya tidak ingin melakukan apa pun, tapi ini hanya ada undangan dan ada rencana berkunjung ke Ende, melihat. Itulah kira-kira," sebut Fahri.

Fahri lalu berbicara soal kedekatannya dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Ia belum memutuskan langkah terkait kabar penolakan kunjungan ke NTT. 

"Sebenarnya gubernurnya ini kan sahabat saya, sahabat dekat sekali karena sama-sama di Komisi III, saya dengan Viktor dari mulai dia di PDIP sampai di NasDem, saya dekat dengan dia. Tapi kalau memang situasinya belum memungkinkan, ya kita lihat saja, lain kali," ucap Fahri. 

Ia juga mengaku punya sejumlah kegiatan di Jakarta. Fahri, yang berasal dari Dapil NTB, berencana tak lagi nyaleg pada Pemilu 2019.

"Satu-satunya atau di antara pimpinan (DPR) yang tidak nyaleg kan saya, jadi banyak pekerjaan itu yang akhirnya saya bisa tangani kalau teman-teman lain sedang sibuk begitu. Jadi memang lagi full juga di Jakarta," ucapnya.

Fahri sendiri mengaku masih menunggu konfirmasi dari panitia soal acara yang akan dihadirinya. Ia enggan berspekulasi soal kabar penolakan dirinya.

"Ya saya menunggu konfirmasi ya, karena harusnya setiap perjalanan pejabat itu ada atensi dari petugas keamanan setempat. Itu rutin. Briefing-nya ada, security briefing namanya," pungkas Fahri.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post