Selasa, 09 Oktober 2018

Andi Arief: Saya Tarik Semua Kritik Saya Soal Pertemuan IMF Bali, Saya Bener-Bener Kaget Pak Jokowi

Loading...


Bruniq.com -- Politisi Partai Demokrat Andi Arief menarik semua kritiknya soal Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali.

Hal itu disampaikan oleh Andi Arief di akun Twitternya, @AndiArief_, Senin (8/10/2018) sore.

Ia mengatakan, kritiknya soal pertemuan IMF di Bali itu setelah mendengar pernyataan Jokowi bahwa IMF dan Bank Dunia yang membiayai pertemuan tersebut.
Tak hanya itu, dirinya juga bahkan mengaku benar-benar terkejut dengan pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Andi Arief merupakan orang yang cukup sering mengkritisi pemerintah soal IMF tersebut.

Ia mengatakan, kalau pemerintah terlalu boros dalam mengeluarkan biaya untuk perhelatan tersebut.

Apalagi, saat ini, Indonesia sedang mengalami bencana yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

Namun, entah kenapa, sore ini ia secara tiba-tiba menuliskan kalau dirinya menarik semua kritiknya soal pertemuan tersebut.

Apalagi, alasannya menarik kritik itu yakni karena mendengar pernyataan dari Jokowi.

Padahal selama ini, ia cukup vokal menentang pernyataan-pernyataan dari pemerintah.

Ia pun mengungkapkan hal itu di akun Twitternya.

"Saya tarik semua kritik saya soal Pertemuan IMF Bali setelah saya dengar Pak Jokowi bilang bahwa IMF dan Bank Dunia yg membiayai pertemuan itu.

Saya bener-bener kaget, sekali lagi kaget," tulisnya. Sebelum menyatakan hal itu, ia memposting artikel berita soal IMF.

Artikel itu berjudul "Jokowi: Mayoritas Anggaran Pertemuan IMF-World Bank untuk Infrastrukur Bali".

Di dalam berita itu, Jokowi mengatakan kalau para delegasi dari masing-masing negara mengeluarkan biaya untuk akomodasi hingga biaya makan selama acara berlangsung.

Sepertinya, pernyataan Jokowi di USU itulah yang membuat Andi Arief berubah pikiran.

Dikutip dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo merespons pernyataan kubu Prabowo-Sandiaga mengenai penghematan biaya pada acara IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Bali demi penanganan dampak bencana di Sulawesi Tengah.

Jokowi menegaskan, sebagian besar anggaran dari pemerintah bukan spesifik untuk acara, melainkan dialokasikan untuk pembenahan infrastruktur penunjang di Bali selaku tuan rumah.

Dengan demikian, pembenahan infrastruktur itu bukan hanya dinikmati delegasi IMF dan World Bank saja, namun juga oleh masyarakat umum.

"Anggaran itu dipakai untuk memperluas apron Bandara Bali, membuat terowongan di persimpangan yang ada di Bali sehingga tidak macet. Artinya, setelah itu akan kita gunakan terus, bukan sesuatu yang hilang," ujar Jokowi di sela kunjungan kerjanya di Sumatera Utara, Senin (8/10/2018),  sebagaimana dikutip siaran pers resmi.

Jokowi menambahkan, kehadiran partisipan juga diharapkan mendongkrak destinasi wisata di Bali yang otomatis meningkatkan devisa negara. Berdasarkan laporan yang ia terima, jumlah partisipan yang akan datang ke Bali demi menghadiri acara tersebut mencapai 36.000 orang.

"Kita harapkan ini justru akan memperkuat promosi kita untuk tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia. Saya kira arahnya akan ke sana," ujar Jokowi.

Ia juga mengingatkan bahwa pertemuan itu menjadi incaran sejumlah negara. Artinya banyak negara yang menginginkan pertemuan itu dilaksanakan di negaranya.

Sebab, pertemuan seperti itu memberikan keuntungan bagi negara tuan rumah.

"Annual meeting sebesar itu menjadi rebutan semua negara. Karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak, paling tidak memberikan citra yang baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu," kata Jokowi.

Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Annual Meeting tahun 2018 dan telah menganggarkan dana sekitar Rp 855,5 miliar yang sudah disepakati bersama DPR RI sejak awal tahun 2017.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post