Senin, 10 September 2018

Yusril Ihza Mahendra: Tagar 2019GantiPresiden Tidak Jelas dan Tidak Mendidik

Loading...


Bruniq.com - Polemik tentang  #2019GantiPresiden mendapat kritikan tajam dari pakar hukum tata negara yang juga Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang Prof Yusril Ihza Mahendra. Mantan Menteri Hukum dan HAM era Presiden Gus Dur ini menilai,  aksi gerakan #2019GantiPresiden itu sangat wajar dan lumrah jika kegiatan dukung mendukung muncul dalam agenda politik.
Meski demikian, pihak terkait harus menjelaskan juga gerakan tersebut ditujukan untuk siapa. Sebab, sekarang ini capres dan cawapres sudah mengerucut ke dua kandidat.

"Jadi pendapat saya rasanya sudah kurang pas #2019GantiPresiden itu," kata Yusril dalam pesan elektroniknya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (9/9/2018).

Menurut pakar hukum tata negara itu, bahwa gerakan #2019GantiPresiden terlalu propokatif. Untuk itu sudah saatnya tagar diganti dengan menyebut nama pilihan calon presidennya secara tegas dan jelas.

Lanjut dia, bahwa propaganda politik itu bertujuan untuk menanamkan ke alam bawah sadar kepada publik tentang sesuatu tujuan.

Karena itu, dirinya menilai Pemilu dan Pilpres 2019 selain bertujuan untuk melaksanakan demokrasi, juga dimaksudkan sebagai wahana pendidikan politik.

"Kita ingin rakyat kita menjadi dewasa dan rasional dalam menentukan pilihan politik, bukan penggiringan opini melalui propaganda," imbuh Yusril.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post