Minggu, 16 September 2018

Ustaz Abdul Somad Bicara Soal Hukum Suntik Rubella : Pilih Mati atau Makan Babi ?

Loading...


Bruniq.com -- Ustaz Abdul somad menerangkan soal hukum suntik vaksin imunisasi measleass dan rubella (MR).

Ustaz Abdul Somad mendapat pertanyaan soal hukum suntik vaksin rubella yang belum mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)
"bagaimana hukum suntik rubela yang belum mendapat sertifikasi halal MUI ?" begitu bunyi pertanyaan yang diajukan pada Ustaz Abdul Somad di akun Youtube Dakwah Islam.

Ustaz Abdul Somad kemudian menerangkan bahwa vaksin rubella belum mendapat sertifikasi halal seperti yang diterangkan oleh Sekjen MJUI Tengku Zulkarnain.

"sampai sekarang majelis ulama Indonesia tidak mengeluarkan sertifikat halal, itu yang disampaikan Sekejen MUI KH Tengku Zulkarnain," kata Ustaz Abdul Somad atau akrab disapa UAS.

Maka, lanjut Ustaz Abdul Somad, bila ada yang memakainya menggunakan karena kondisi darurat.

"oleh karena itu kalau ada yang memakai itu alasannya darurat, karena bila tidak disuntik anaknya sakit cacat, mati," tambah UAS.

UAS atau Ustaz Abdul Somad mengibaratkan ada dua pilihan yang mesti dipilih dalam kondisi mendesak.

Mati atau makan babi ?

"kita kalau dipilih mati atau makan babi ? makan babi. tak boleh pilih mati. kalau masuk hutan, pilihan cuma dua tak boleh, terus dimakan babi, ambil kecap terus dia colek-colek itu babi," terang UAS.

"jadi kalau bapak ibui anak takut cacat dipilihnya hukum darurat itu," lanjutnya.

Setelah menerangkan hukum dari suntik rubella, Ustaz Abdul Somad membagikan pengalamannya sejak kecil yang ternyata tak pernah diimunisasi.

"Ustaz Somad ? saya tanya emak saya, saya ini orang kampung. mak waktu kecil aku ada disuntik ? ndak, kau dari kecil tak pernah disuntik,. asal dokter datang kularikan kau ke hutan. sampai sekarang saya hidup, tak ada sakit," cerita Ustaz Abdul Somad.

Rupanya pengalaman sejak kecil Ustaz Abdul Somad yang tak pernah disuntik terus berlanjut hingga di usianya sekarang.

Ustaz Abdul Somad bahkan menceritakan saat dirinya mendapat tawaran untuk pergi menunaikan ibadah umroh.

"pernah ada travel ngajak umroh, mau suntik. kalau kalian mau berangkat, berangkat, tapi saya tak mau disuntik. kalau ta dapat visa saya tak berangkat, tapi sampai hari H mereka dapat visa, saya berangkat," katanya


Diketahui bersama bahwa hingga kini MUI belum mengeluarkan sertifikasi halal untuk vaksin rubella.

Melansir Kompas.com, Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengatakan belum ada permintaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan uji halal vaksin imunisasi MR ke Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI. (LPPOM).

"Semestinya jauh-jauh hari ada pengajuan surat pada MUI terutama LPPOM untuk diperiksa vaksin ini tapi suratnya enggak pernah masuk. Bagaimana menindaklanjuti?" ujarnya di Kantor MUI, Jakarta, Senin (6/8/2017).

Akibat belum adanya pengajuan, MUI mengatakan vaksin imunisasi MR belum bisa dipastikan halal.

Oleh karena itu, MUI mendorong agar Kemenkes segara melayangkan surat permintaan pengkajian.

MUI, kata Anwar, sudah menyurati Kemenkes.

Surat itu ditindaklanjuti oleh Menkes yang datang ke kantor MUI.

Kedua belah pihak sepakat agar vaksin imunisasi MR diteliti dan diperiksa.

Namun, hingga Senin (6/8/2018), MUI mengaku belum mendapatkan surat permintaan pengkajian dari Kemenkes.

"MUI nunggu. Kalau masuk hari ini, kami selesaikan secepatnya. Tetapi mana suratnya?" kata dia.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post