Sabtu, 15 September 2018

Sudjiwo Tedjo Sebut Kalau Debat Pakai Bahasa Inggris Ala Tulisan di Belakang Truk Yang NGakak Ini Baru Dia Dukung

Loading...


Bruniq.com - Usulan soal debat capres-cawapres di Pilres 2019 untuk menggunakan Bahasa Inggris menuai beragam reaksi.

Beberapa pihak setuju soal usulan debat capres-cawapres pakai Bahasa Inggris, dan banyak juga yang tak setuju.

Namun, ada juga yang menanggapi lain usulan debat capres-cawapres pakai Bahasa Inggris. Seperti yang diutarakan budayawan Sudjiwo Tedjo.
Melalui akun Twitter-nya, Sudjiwo Tedjo mengatakan ada hikmah yang bisa diambil dari polemik usulan debat capres-cawapres pakai Bahasa Inggris ini.

"Pagi. Mari selalu mengambil hikmah. Usulan debat capres dlm bhs Inggris pun ada hikmahnya. Mereka yg ngomongnya pada cas cis cus kem-Inggris tiba2 kini jd pembela garda depan bhs Indonesia. Kaum pemuja budaya Amrik/Korea/dll kini mendadak mengaku cinta bhs Indonesia. Ini bagus."

Selain itu, dirinya juga mengatakan akan setuju dengan usulan debat capres-cawapres pakai Bahasa Inggris asalkan dengan satu syarat.

Yakni bila Bahasa Inggris yang digunakan seperti dengan gaya bahasa yang kerap ditemukan di belakang truk.

“New fear the me is 3” (nyopir demi istri). Kalau debat capres pakai bahasa Inggris ala tulisan di bokong truk itu, aku baru dukung. Bhs Inggris-nya milenial terlalu patuh ke Inggris. Kepribadian Nusantara tergerus"

cuitan Sudjiwo Tedjo
cuitan Sudjiwo Tedjo (kolase Twitter @sudjiwotedjo)

Di cuitan selanjutnya, Sudjiwo Tedjo yang notabene sebagai Presiden 'Jancukers' mendukung gerakan 'Ingus' atau Inggris Nusantara.

"Presiden #Jancukers mendukung Ingus.. Inggris Nusantara"

Cuitan Sudjiwo Tedjo itu pun memancing netizen untuk berbahasa Inggris ala tulisan di belakang truk.

@esdimari : Band art sex a lie (benar sekali).

@budidadidu :(( The pork thang an (tepok tangan) ))

@NAbizida : As you teen an.

@hei_baya : Sea Yaps

Seperti diketahui, dikutip dari Kompas.com, Koalisi partai politik pengusung bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar satu sesi debat capres-cawapres dengan menggunakan bahasa Inggris. "Boleh juga kali ya.

Ya, makanya hal-hal rinci seperti itu perlu didiskusikan," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Rumah Pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta, Kamis (13/9/2018) seperti dikutip Antara.

Yandri menuturkan, pemimpin Indonesia bakal bergaul dan banyak berbicara di forum internasional yang memerlukan penggunaan bahasa Inggris.

Untuk itu, kata dia, bahasa Inggris di debat capres-cawapres menjadi tak masalah meski di UU tentang Kebahasaan pidato resmi wajib disampaikan dalam Bahasa Indonesia.

"Namun karena presiden bergaul di dunia internasional, supaya tidak ada kesalahan komunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara, ya memang penting juga calon presiden matang dalam menguasai bahasa luar dari bahasa Indonesia itu," ujarnya lagi.

Usulan ini, kata Yandri, mesti dibahas bersama KPU.

Termasuk soal aturan teknisnya.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post