Jumat, 14 September 2018

Fahri Hamzah Tulis Surat Terbuka Untuk Partai Politik, Begini Pesannya Terkait KPK



Bruniq.com - Wakli Ketua DPR Fahri Hamzah membuat surat terbuka terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jika sebelumnya Fahri Hamzah pernah membuat surat terkait KPK untuk Presiden Joko Widodo, kali ini ia tujukan untuk sejumlah partai politik. Surat terbuka itu Fahri Hamzah tulis melalui akun Twitternya, @Fahrihamzah pada Kamis (13/9/2018).

Pada suratnya itu Fahri Hamzah menyoroti peran partai politik untuk negara. Bahkan ia menyebut partai politik sebagai tulang punggung demokrasi. Namun ia juga membeberkan masalah yang kerap menggerogoti partai politik, yaitu korupsi.
Ia menyebut ada pihak yang ingin merusak reputasi partai politik yang sudah dibangun dengan terus mengkampanyekan kebusukan partai politik sebagai mesin produksi koruptor. Dengan kesan yang terbangun seperti itu ia mengaku sedih. Mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut partai politik tengah bersembunyi di balik kejatuhan dan ketakutan mereka.

Terlebih ketika satu kasus korupsi yang melibatkan satu partai politik yang sebelumnya sudah mengiklankan pihaknya anti-korupsi. Setelah peristiwa itu, lanjutnya, menjadi menyedihkan sebab tiada hari tanpa penangkapan dari KPK. Ia menyebut KPK telah berhasil membuat hampir semua lembaga negara tampak busuk.

Ia juga menilai KPK tak lagi bekerja sesuai UU No 30 tahun 2002. Sehingga, lanjutnya, ia menuliskan ketidakmampuan itu membuatnya menjadi liar. Ia mengajak para pimpinan partai politik untuk menghentikan situasi tersebut. Berikut surat terbuka Fahri Hamzah, dikutip dari laman Twitternya, @Fahrihamzah, Kamis (13/9/2018) tanpa ada proses editing dari redaksi TribunJakarta.com.

Kepada Pimpinan Partai Politik Yang Terhormat,
Kepada Yang tertuduh sebagai lumbung koruptor,
Kepada Pusat Pengkaderan Politisi dan Pemimpin Negara...
Apa pun partai anda,
Di manapun posisi anda...#SuratUntukParpol
Tidakkah saudara mendengar, berita terakhir tentang sebuah kota yang hampir seluruh anggota legislatif Daerahnya menjadi tersangka? Ya, di kota malang, negara hampir lumpuh di kota indah itu, tujuan negara berubah menjadi perang melawan korupsi, meski negara harus lumpuh. #SuratUntukParpol
Tidakkah saudara mengetahui bahwa mereka semua adalah anggota partai anda? Aku tak Perlu menyebut nama-nama partainya, sebab nanti partai baru yang belum ikut pemilu akan sesumbar norak seolah mereka harapan baru...seolah mereka lebih suci... #SuratUntukParpol



Mungkin anda tidak marah karena berita penangkapan pejabat negara sdh menjadi sinetron tiada akhir, hingga menjadi biasa, tetapi aku, entah mengapa, padahal aku tak lg menjadi pengurus partai, tapi aku mengerti dan merasakan bagaimana tulang punggung demokrasi itu dibangun. #SuratUntukParpol

Membangun parpol jangan sodara reduksi menjadi membangun firma atau korporasi berjual pengaruh. Parpol adalah tulang punggung demokrasi. Tanpa parpol maka punggung demokrasi kita patah dan kita kembali ke zaman gelap gulita. #SuratUntukParpol

Maka, Pilihan membangun parpol adalah pilihan tidak saja rasional yg tak mudah bg mereka yg hanya bermodalkan ide dan gagasan, parpol adalah jalan yg paling legal konstitusional untuk mengambil bagian dalam negara, ini jalan orang dewasa untuk berkuasa. #SuratUntukParpol
Tiada jalan lain bagi masa depan ide dan gagasan suatu kelompok yang ingin ikut memimpin negara dan berpengaruh dalam politik selain dikontestasikan melalui pemilu, dan peserta pemilu hanyalah partai politik. Jalur pribadi terbatas. #SuratUntukParpol

Perkara membangun parpol adalah satu hal yg sudah berat, namun hal lainnya adalah menjaga narasi rasional anak bangsa untuk tetap melihat parpol sebagai masa depan dan puncak perjuangan kelompok. Ini sumber optimisme bahwa kita tetap akan menempuh pertarungan ide saja.
Maka, partai politik itu seharusnya suci dalam ide bukan karena ia benar tetapi karena ide dan pikiran adalah jalan damai. Demikianlah reputasi kita bangun, namun ada yg ingin merusaknya dgn terus mengkampanyekan kebusukan parpol sbg mesin produksi koruptor.

Inilah yang saya sedihkan, sesuatu yang mungkin para pimpinan parpol tidak merasa sedih. Saya terpukul oleh ketidakberanian menjelaskan diri. Parpol telah jatuh dan ketakutan mereka telah melampaui seluruh sisa kebenaran yang masih mungkin dikatakan. Mereka sembunyi.
Kesedihan dan kecemasan bercampur. Seolah di masa depan tulang punggung demokrasi ini tidak diperlukan lagi. Dan nanti perjuangan kelompok dapat disederhanakan dwngan cara lain yang lebih efektif menurut kelompok penguasa. #SuratUntukParpol

Atau Kelompok yg terus mengkampanyekan kebusukan partai politik ini sprt sedang memberi sinyal, bhw ada jalan lain mengambil alih kekuasaan tanpa ikut bertarung dalam pemilu, mereka pergi ke istana mengetuk pintu dari belakang. Lewat dapur dan kamar pribadi sang raja.

Ada juga sebagain dr mereka yg krn menguasai akses jalur distribusi uang dan modal, menguasai frame public dgn kepemilikan media massa, bisa membangun partai dalam hitungan hari. Partai tumbuh langsung pakai iklan: ANTI KORUPSI ANTI INTOLERANSI. #SuratUntukParpol




Banyak yang menganggap bikin parpol swpwrti bikin jalur pemasaran barang; tak ada konsolidasi ide dan gagasan, tak pernah melakukan pendampingan atas kelompok marginal, basis dan platform perjuangan bisa disusun belakangan, namun eksis listed sbg peserta pemilu pakai konsultan.
Tapi, kita menghormati mereka yg memiliki kesadaran demokrasi maju dgn mendirikan partai politik. Adapun niat kita jangan adili. Tp penguasa media massa, seorang jenderal atau pengusaha yg ingin berikhtiar membangun bangsa dgn mendirikan parpol hrs tetap diapresiasi.

Bahwa kita tahu mereka juga akan menjadi mangsa sistem ini itulah masalahnya. Pernah ada partai di masa lalu berkampanye anti korupsi, tutup mata dan telinga; KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI! tapi akhirnya mereka terkena pukulan mereka sendiri bahkan bintang iklan ya pun masuk bui.
Disinilah darahku mendidih mendengar berita dan tuduhan bahwa semua partai politik hari ini tertuduh sbg perusak bangsa, semua kader parpol yg dibina melalui pendidikan politik berjenjang seolah hny dilahirkan untuk mjd garong uang negara. #SuratUntukParpol

Dan menyedihkan bagi bangsa karena seolah tiada hari tanpa berita mangsa KPK, dan cerita itu sukses membuat rakyat sprt gembira tiap ada pejabat negara yg ditangkap KPK, kebencian trhdp pejabat publik yg mengakibatkan distrust thdp negara semakin menjadi jadi.

KPK telah berhasil membuat hampir semua lembaga negara nampak busuk. Tak tersisa tinggal hanya KPK. Maka KPK adalah sisa harapan bangsa. Kalau lembaga mau bersih pakai orang KPK. Demikianlah parpol juga berlomba mencari mantan KPK untuk dicalonkan menjadi pejabat negara.



Alumni KPK menyebar menjadi penyelamat lembaga negara dan juga parpol. Mereka dicalonkan menjadi inspektorat, direksi, komisaris, kepala daerah pendamping bak obat pemutih. Atau Jadi caleg dan anggota partai yg menjamin bahwa partai itu sekarang suci terlahir kembali.
Tapi Pertanyan reflektif yg harus kita ajukan hari ini adalah apakah tujuan utama solidaritas agung bernama negara ini dibangun untuk perang lawan korupsi? Mengapa negara menyerahkan semua tenaganya untuk membolehkan KPK mendefinisikan diri menjadi apa dan melakukan apa?
Dalam kasus DPRD yg Malang itu, 41 dr 45 anggota DPRD yg krn mengaku menerima pemberian uang dr seorang ketua DPRD senilai 12,5-15 juta membuat KPK mengambil tindakan membakar habis lembaga yg tanpanya pemerintah daerah yg mengurus urusan hal layak ramai tak bisa berjalan.

Setelah sekian lama mengintip dan menyadap mereka, KPK menunggu waktu yang tepat untuk mempermalu mereka dan mempermalu partai politik semuanya. KPK Memberangus habis orang2 yg dlm posisinya hrs mendapat legitimasi rakyat melalui pemilu langsung yg mahal. #SuratUntukParpol
Pimpinan Parpol yg terhormat,

Apakah saudara mengerti dengan apa yang terjadi? Apakah anda percaya bahwa seluruh kader itu korupsi? Jika demikian untuk apa politisi terus berani mengajukan diri untuk menjadi pemimpin negeri ini? #SuratUntukParpol

Saya ingin mengaja saudara melakukan refleksi setelah 16 tahun UU anti korupsi Uu No 30/2002 dijalankan, bhw maksud dr UU itu dibuat adalah agar tercipta national integrated system dmn semua unit dlm system lembaga negara terbebani tugas pemberantasan korupsi yg sama.
Dan KPK dlm situasi transisi dilahirkan sbg trigger bg lembaga penegak hukum untk mengembalikan trust public pd lembaga inti negara, penindakan hny dilakukan atas kasus raksasa dibatas 1 Milyar rupiah yg memiliki efek koreksi dan perbaikan pd system peninggalan orde baru.
Mudah memahami bhw demokrasi itu bekerja berbasis system, tiap ada korupsi hrs direspon dgn penguatan system agar waspada hingga system mjd kuat dan tak memberikan sedikitpun celah bg kreativitas jahat, dan sistem akan bekerja otomatis menambal lubang korupsi pd dirinya.

Sementara komisioner KPK datang silih berganti, tanpa legacy berupa system yg kuat, kita hny akn melihat mrk sibuk mengulangi pekerjaan yg sama, dan itulah kegilaan. Cara kerja KPK hari ini hny sprt membuang air dr perahu sementara bocor tak pernah ditutup. #SuratUntukParpol
Dan kita terlihat sibuk bekerja dan takjub dgn tepuk tangan, situasi ini hanya akan membuat kita terus mengutuk diri sendiri sbg bangsa maling, kita akan terus menghadirkan cerita dimana kita sbg sesama anak bangsa saling memakan dan mencabik satu sama lain.
Pimpinan parpol yth,

Situasi ini harus dihentikan, KPK tidak mampu lagi bekerja di atas rel yg seharusnya sesuai perintah UU 30/2002. Ketidakmampuan itu membuatnya menjadi liar dan justru menjelma sebagai anomali yg merusak system. #SuratUntukParpol




KPK tak lagi bekerja sesuai UU karena tugas trigger trhdp lembaga penegak hukum lain justru dikubur dengan MoU utk tdk saling menganggu.sementara itu lembaga perwakilan dan peradilan terus menjadi bulan bulanan, partai politik diblackmail sbg penghasil koruptor.
Saatnya kita hentikan bangun system transisi dan mempercayakan kembali pemberantasan korupsi pd lembaga inti negara. banyak yg berkata polisi dan jaksa belum baik, lalu sampai kapan kita akan membuatnya baik tanpa diberi peran yg utuh? #SuratUntukParpol

Negara akan tetap ada tanpa KPK, namun negara tak aka ada tanpa adanya Polisi dan jaksa sbg lembaga inti negara. Mereka tdk akan bisa melakukan perbaikan juka tidak melalui koreksi langsung dr public atas tiap tindakannya. Itulah cara membangun sistem inti negara.
Maka satu satunya cara memberi ruang perbaikan pd lembaga inti negara tersebut adlh dengan menghilangkan KPK, transisi pun kita nyatakan usai. Dan kita hidup dalam era demokrasi penuh yang sebenarnya adalah racun bg korupsi. #SuratUntukParpol
Pimpinan Parpol yth,

Meski saya ragu dengan situasi terkini, pesan ini tetap saya sampaikan. Sebagai warga yang melihat semua ini dari dekat. Saya tau bagaimana sandera ini diakhiri. Sulit sekali. Semua pimpinan parpol telah berhutang budi berhutang nyawa.

Ada suatu situasi seolah pimpinan parpol masih menunggu eksekusi. Kalau tidak pejabat paling tinggi maka ada pejabat paling penting. Pukat harimau KPK telah menjaring seluruh dosa dan semua telah tercatat dalam daftar eksekusi KPK: Diam atau mati.
Dalam suasana inilah pemilu yang akan datang kita nanti. Dan calon presiden tak punya pilihan lagi. DUKUNG KPK BERANTAS KORUPSI. hanya satu semboyan yang masih bisa memberikan tambahan suara. Karena ide dan idealisme sudah tak ada lagi.

Semoga lahir generasi yang menggu akan mata hati. Sebab kemunafikan ini menyesakkan dada. Orang2 berlomba nampak bersandiwara. Akrobat di sana sini. Apakah partai saudara seperti itu? Semoga ada jalan baru. Ada Arah Baru. Bagi negeri ini.
Terima kasih.


Cuitan Fahri Hamzah, surat terbuka untuk partai politik 'Hilangkan KPK', Kamis (13/9/2018).
Cuitan Fahri Hamzah, surat terbuka untuk partai politik 'Hilangkan KPK', Kamis (13/9/2018). (Twitter/@FahriHamzah)
Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post