Jumat, 10 Agustus 2018

Ahmad Dhani Mati Kutu Direspon Singkat Putra Jokowi Rakabuming Dan Singgun Telak Jenderal Kardus

Loading...


Bruniq.com - Perbincangan panas mewarnai laman media sosial menjelang dan saat pendaftaran calon presiden/wakil presiden 2019, Jumat (10/8/2018).

Satu di antaranya terkait dugaan adanya mahar politik  Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus politikus Partai Gerindra, Sandiaga Uno, masing-masing senilai Rp 500 miliar kepada parpol peserta pemilu, PAN dan PKS terkait pemulusan perebutan kursi cawapres pendamping capres Prabowo Subianto.

Dugaan mahar politik ini diungkap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief  dalma cuitannya di Twitter, Kamis (9/8/2018).

Andi menuding Sandiaga Uno membayar PKS dan PAN masing-masing sebesar Rp 500 miliar agar bisa diterima sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Dia memastikan tidak berbohong atas tudingannya tersebut.

"Bener. Saya dengan sadar dan bisa dicek dalam karier politik saya, tidak pernah bohong dan data saya selalu tepat. Tapi, kita nunggu perkembangan besok karena Pak Prabowo akan hadir," ujar Andi.
Cuitan Andi Arif ini pun ramai diperbincangkan hingga akhirnya jurnalis media online meminta tanggapan artis yang juga politisi Partai Demokrat Ahmad Dhani.

Dalam wawancara, Ahmad Dhani justru menyerang balik kubu Jokowi.

Musisi Ahmad Dhani menghadiri sidang lanjutan terkait kasus dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).
Musisi Ahmad Dhani menghadiri sidang lanjutan terkait kasus dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018). (TRIBUNNEWS)
Ahmad Dhani malah menuding adanya loby dari kubu Jokowi untuk membujuk PAN dan PKS agar berkoalisi.

"Buat saya ya, buat saya dengar-dengar PAN dan PKS itu ditawari Rp 3 triliun untuk pindah ke Jokowi. Jadi menurut saya Rp 500 miliar itu murah banget," ujar Dhani.

Tak diduga, pernyataan Ahmad Dhani ini mendapat tanggapan dari putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming. Gibran memberi tanggapannya melalui cuitan di Twitter, Kamis (9/8/2018), dengan komentar singkat.

Ia hanya menuliskan satu kalimat dengan tambahan tanda kurung tutup dan kurung buka.

"((((( dengar-dengar )))))," tulis Gibran lewat akun @Chilli_Pari.


Beberapa warganet kemudian turut memberikan tanggapan yang ditujukan langsung kepada Ahmad Dhani.

Warganet yang membalas cuitan Gibran justru menyerang Ahmad Dhani.

Cecilia Suwanda: (((dengar dengar))) nya si Ahmad Dani nih 11-12 dg "Kata teman di Kalimantan..." si mbak MagicKom (emoji).

Mekaten: "Buat saya" jadi buat dia aja, bukan buat semua orang (emoji).

A Ferry: yg dengar2, [gak punya bukti].. tapi dia membenarkan ada yg dapet 500M , dan itu masih kemurahan. obral obral.

Sebelumnya berhembus kencang kabar PAN dan PKS yang menerima mahar senilai Rp 500 miliar.

Uang tersebut diduga sebagai mahar agar dua partai tersebut sepakat mengusung nama Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo Subianto.

Andi lalu mengungkit soal perjuangan Demokrat dalam koalisi Prabowo. Dia mengingatkan Demokrat tak pernah berselingkuh dari Gerindra cs. Hal itu diungkapkan oleh Andi setelah mengetahui adanya perubahan sikap dari Prabowo Subianto terkait koalisi parpol dan pemilihan cawapresnya untuk Pilpres 2019.

Padahal, sebelumnya nama putra SBY sekaligus politikus baru Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah masuk dalam bursa cawapres Prabowo.

"Pada hari ini kami mendengar justru sebaliknya. Ada politik transaksional yang berada di dalam ketidaktahuan kami yang sangat mengejutkan. Padahal, untuk menang, bukan berdasarkan politik transaksional. Tapi dilihat siapa calon yang harus menang," sebut Andi.

Jenderal Kardus

Tak cuma menyebut soal Mahar, Andi Arief juga menyebut Prabowo sebagai "Jenderal Kardus" di akun twitternya.

Berikut unggahannya:

Di unggahan lain, Andi Arief kembali menyinggung soal sikap Prabowo.  Jadi trending, kata "kardus" pun tiba-tiba saja ramai diperbincangkan. Dan salah satu yang ikut tergugah menyebut kata-kata itu adalah anak pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming.

Seolah tahu akan kabar yang sedang heboh beberapa waktu lalu, Gibran Rakabuming melalui cuitan Twitternya malah ikut menyebut kata "kardus".

Ia berujar bahwa sekarang para politikus sedang ramai membicarakan "kardus".

Namun, alih-alih menyambar urusan politik yang sesungguhnya, Gibran rupanya punya maksud lain.

Bukan ingin memperkeruh suasana, Gibran Rakabuming nyatanya menggunakan kata "kardus" itu sebagai ajang promosi bisnisnya.

Ya, Gibran Rakabuming mengumumkan bahwa bisnis barunya yakni markobar akan segera mengeluarkan design baru.

Hal tersebut tentu tak ada hubungannya dengan dunia perpolitikan.

"Oya, karena ini para politikus lagi pada ngomongin “kardus”.

Rencananya @markobar1996 akan mengeluarkan design kardus baru yg ada board game-nya dan bisa dimainkan 4 orang," tulisnya.

Unggahan yang telah dibagikan itu rupanya ikut dikomentari oleh menantu SBY, Annisa Pohan.

Istri dari Agus Harimurti Yudhoyono itu pun ikut membubuhkan tanggapannya pada cuitan yang dibuat oleh Gibran Rakabuming itu.

Namun bukan balasan biasa, Annisa Pohan tampak menuliskan kata-kata penyemangat untuk Gibran Rakabuming.

Hal itu seolah menunjukkan Annisa Pohan merasa ide dari Gibran Rakabuming perihal tampilan kardus baru markobar sangatlah bagus.

"Good luck bro! Nice idea! (Semoga sukses bro! ide bagus!)" tulis Annisa Pohan.

Netizen pun ramai menanggapi komentar Annisa.

@RayyanAdriansy2: Nah gitu donk kompak, Saling dukung, Sesama keluarga Presiden RI, Kan adem lihatnya, Gak kepanasan karena ngumpet dalam #Kardus.

@dausyk 8h8 : Seharusnya demikian...coba jalin hubungan baik..

@Adek_Sanusi: selow bu...jgn baper..


Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post