Sabtu, 14 Juli 2018

Zohri Dan Sepeda Motornya, "Jangankan beli motor, beli sepatu saja enggak mampu"

Loading...


Bruniq.com - Nama Lalu Muhammad Zohri tengah melambung tinggi atas prestasinya menjuarai Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia. Kehidupan Zohri yang jauh dari kata cukup dengan kondisi rumah yang memprihatinkan menjadi perhatian khalayak ramai.

Kediamannya masih cukup ramai didatangi sejumlah orang. Yang menarik, keluarga Zohri memamerkan sejumlah medali yang berhasil diraih Zohri di rumahnya.
Selain itu, pemandangan sebuah sepeda motor bekas, Astrea Grand, juga tak luput dari perhatian. Teman Zohri, Muadz (25), mengatakan, motor butut itu milik Zohri.

Muadz mengatakan, sejak lama Zohri ingin sekali memiliki sebuah sepeda motor. Namun, keterbatasan ekonomi membuat Zohri tak bisa membeli sepeda motor. "Jangankan beli motor, beli sepatu saja enggak mampu," ujar Muadz di kediaman Zohri, Lombok Utara, NTB, Jumat (13/7).

Adapun sepeda motor butut yang ada, lanjut Muadz, merupakan peninggalan Zohri atas hasil jerih payahnya saat mulai menggeluti dunia lari. Motor bekas itu dibeli Zohri dari temannya seharga Rp 1 juta.

Meski sudah tidak dipergunakan, motor itu tetap ditaruh Zohri di depan rumahnya sebagai kenang-kenangan akan hasil jerih payahnya sendiri. Muadz mengatakan, saat bersekolah dulu, Zohri selalu berjalan kaki sejauh empat kilometer menuju SMP 1 Pemenang tempatnya bersekolah. Sepulang sekolah, Zohri kerap berlatih lari di sekitar Pantai Pelabuhan Bangsal.

"Dia latihan lari keliling kampung, kadang ke Pantai Bangsal, dia sendiri saja, latihan enggak ditemenin," kata Muadz menambahkan.

Fazilla kakaknya bercerita, dia dan adiknya merupakan yatim piatu. Zohri sendiri mulai menjadi atlet lari sejak duduk di bangku SMP. Setahun sebelum bertanding di kejuaraan dunia tersebut, Zohri meminta pada kakaknya untuk dibelikan sepatu seharga Rp 400.000.

"Dia minta ke saya uang Rp 400.000 untuk beli sepatu sebelum berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan pertandingan ke luar negeri. Saya hanya bisa memberikannya uang seadanya. Saya sangat bangga padanya dan dia tak pernah menuntut,” kata Fazilla sembari menyeka air matanya.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post