Sabtu, 07 Juli 2018

Tuan Guru Bajang "Berhentilah Berpolitik dengan Mengutip Ayat-ayat Perang Alquran"


Bruniq.com - Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. Ketua Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Cabang Indonesia itu menegaskan Indonesia sedang tidak berperang.
“Siapa pun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru, yang saya muliakan, berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang Alquran. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan,” kata TGB dalam ceramahnya, sebagaimana tampak dalam video yang diunggah ke akun Instagram-nya, @tuangurubajang, Jumat (6/7/2018).
Menurut TGB, persaudaraan adalah aset Indonesia yang tak terlihat. TGB juga menegaskan, jangan pernah menyebut lawan politik sebagai ‘kafir Quraish’.
“Apa aset kita yang tidak terlihat sebagai bangsa, aset yang tidak terlihat itu adalah persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa,” tutur TGB.
“Kita ini bersaudara, apakah Bapak-bapak berani mengatakan bahwa Bapak-bapak adalah yang hak dan lawan politik adalah batil seperti kafir Quraish. Ayo, siapa yang berani? Bapak berani mengatakan itu? Kalau saya tidak berani, Pak,” imbuhnya.
Menurut TGB, semangat berpolitik adalah semangat untuk saling mengenal dan mengisi.
“Kalau kita kontestasi politik atau apa pun, letakkan dalam fastabiqul khoirot(berlomba-lomba dalam kebaikan), letakkan itu dalam lita’arofu (untuk saling mengenal),” ujar TGB.
“Beda-beda gagasan tetap lita’arofu. Semangatnya adalah untuk taaruf, saling mengisi. Belajar, siapa yang bisa menyelesaikan masalah Indonesia sendirian? Kan sama-sama kita semua,” lanjutnya.

Diketahui, belum lama ini TGB menyatakan dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin RI dua periode. Dia mempertimbangkan mengenai kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat.
“Keseluruhan dari tiga hal ini, menurut saya, pantas dan fair kalau kita beri kesempatan kepada Bapak Presiden Jokowi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang selama 4 tahun ini beliau mulai,” kata TGB saat berkunjung ke redaksi Transmedia, Rabu (4/7/2018) kemarin.
Atas dasar itulah, ditambah dengan pengalamannya menjalankan dua periode kepemimpinan di NTB, TGB menilai Jokowi perlu melanjutkan hingga periode kedua.
“Dua periode secara common sense dan empirik yang saya alami, waktu yang lumayan fair bagi seorang pemimpin,” ucapnya.


Next article Next Post
Previous article Previous Post