Kamis, 05 Juli 2018

TGB Dukung Jokowi Demokrat Ucapkan Selamat, PA 212 Bicara 'Jejak Hitam' Partai Demokrat



Katipol.com - Dukungan TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) dikait-kaitkan dengan sikap Partai Demokrat (PD) di masa lalu. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut PD memiliki jejak hitam.


Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mengawali responsnya soal dukungan TGB dengan bicara mengenai 'keterpaksaan' PA 212 memasukkan nama Gubernur NTB itu sebagai salah satu kandidat capres. Dia mengaitkan dengan PD.


"Demokrat catatannya sangat hitam. Khususnya karena kan di PA 212 ada FPI yang dari petinggi-petinggi ini duduk di jajaran PA 212. Tapi kan kami harus menghargai yang mengajukan nama TGB. Karena dia kan ulama. Walaupun kami bukan mendukung atau bagian dari yang mendukung itu. Kami hanya menampung. Masa nggak kami terima dalam rakornas. Walaupun sebenarnya banyak daripada kita keberatan. Karena kan latar belakangnya didukung partai demokrat yang sangat kami sayangkan," kata Novel kepada wartawan, Rabu (4/7/2018) malam.

Oleh karena TGB sudah mendukung Jokowi, maka namanya akan dicoret dari daftar rekomendasi capres PA 212. Bagi PA 212, Novel menambahkan, adalah harga mati menolak Jokowi jadi presiden lagi.

Novel mengungkit hukuman penjara bagi Habib Rizieq di masa lalu. Dia menegaskan FPI memang tak punya hubungan baik dengan PD.

"Karena demokrat ini mulai dari 2004 sampai 2014 buat kami punya jejak hitam. Karena bagaimanapun guru kami HRS kasus penjara sampai tiga kali. Itu yang paling kentara bahwa di dalam partainya mendukung aliran sesat Ahmadiyah yang telah difatwakan oleh MUI sampai dua kali. Itu sangat fatal kan. Akhirnya menimbulkan bentrok, akhirnya HRS masuk penjara. Jadi kami memang nggak pernah punya hubungan baik dengan Demokrat ini," ujarnya.


"Akan kami coret kalau memang dia positif mendukung Jokowi. Karena buat kami itu harga mati untuk tidak mendukung Jokowi," tegas dia.



Next article Next Post
Previous article Previous Post