Kamis, 12 Juli 2018

Tampang Para Ulama Muda Pendukung Jokowi Dipertanyakan, Ini Kata Istana




Bruniq.com - Video para peserta Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) yang mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 dipertanyakan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid karena tampangnya tidak terlihat seperti ulama. Bagaimana tanggapan pihak Istana Kepresidenan?

"Tapi kalau orang memberikan penilaian miring kepada teman-teman Samawi, tentu itu adalah ya berhak saja memberikan penilaian," kata tenaga ahli kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin saat dimintai tanggapan, Kamis (12/7/2018).

Menurut Ngabalin, Jokowi mengupayakan undangan yang bersifat memberikan dukungan kepadanya. Ngabalin juga bisa memberikan pertimbangan kepada Jokowi untuk menghadiri suatu acara.

"Tapi bagi presiden, kalau itu undangan dan kami memberi support bapak harus datang, karena ini ulama muda, saya dalam posisi ketum PP Bakomubin kan bisa memberikan masukan sehingga apa pun alasannya ini adalah aspirasi anak muda yang punya concern kepada masalah keagamaan," kata Ngabalin.





Hebaaaaat Mantaaaaap...😪😪😪 Pokoknya samawi.. .

Asal pake kaos ini sudah bisa di sebut ulama muda.. Pokoknya dukungan buat pak jokowi.. Hidup ulama muda....😆😂😂 .
@jokowi kamu Lucuuu banget SMP kevanixksn gitu , knp g bayi sekalian atau bayi dlm kandungan ikut Samawi🤣



Video itu menggambarkan bagaimana massa Samawi, yang tampak seperti remaja tanggung. Mereka berganti dengan kaus Samawi. Tampak pula ibu-ibu lanjut usia yang memakai kaus ulama muda. Ngabalin meminta setiap pihak untuk tidak menyebarkan fitnah.

"Intinya, sudahlah masyarakat butuh tenang dan zaman kampanye belum ada. Jangan fitnah dan sirik, jangan lupa budaya kita budaya orang teduh," tutur Ngabalin.

Sebelumnya diberitakan, HNW menyebut massa yang memakai kaus ulama muda itu tak tampak seperti ulama. Samawi sendirikan mendeklarasikan dukungan di hadapan Jokowi di Bogor. Pendeklarasian dukungan Samawi dilakukan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7).

"Iya, iya, saya sudah lihat juga. Jadi, ya, banyak yang menyuarakan jangan bawa-bawa agama dalam politik, jangan politisasi agama, tapi kemudian terjadilah pengerahan massa yang disebut ulama muda. Tapi kalau dilihat dari yang hadir itu, tampang ulamanya nggak kelihatan," kata HNW di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.


Next article Next Post
Previous article Previous Post