Kamis, 12 Juli 2018

Komisi IV Minta Susi Pudjiastuti Tak Terlalu Serius Tanggapi Cemoohan Fahri Hamzah Di Twitter



Bruniq.com - Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tak terlalu serius menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal pemberantasan illegal fishing. Menurut Edhy, Susi harusnya menanggapi dengan kepala dingin.

"Secara prinsip apa yang Bu Susi lakukan banyak positif, yang masih kurang mari kita tingkatkan. Apa yang disampaikan Pak Fahri saya pikir perlu disikapi dengan bijaksana. Tidak semua yang mengkritik orang itu karena tidak suka atau memojokkan," ucap Edhy saat dihubungi, Kamis (12/7/2018).

"Saya pikir bahasanya sambil bercanda kok, tapi kan nggak perlu marah juga," tegas Edhy.

Selain itu, dia turut menyoroti cara komunikasi yang dijalankan Susi ke DPR, khususnya Komisi IV, yang bermitra dengan Kementerian KKP. Bagi Edhy, Susi perlu memperbaiki komunikasi.
Edhy memandang apa yang disampaikan Fahri wajar karena menjabat sebagai Wakil Ketua DPR. Bagi Edhy, seharusnya Susi berkepala dingin saja saat merespons Fahri.

"Saya pikir Bu Susi ya tanggapi saja dengan biasa, wajar saja. 'Ya udah, terima kasih. Akan kita sempurnakan,'" ucap Edhy.

Waketum Partai Gerindra itu lalu berbicara tentang pandangan pribadinya soal pemberantasan illegal fishing oleh Susi. Dia memandang kebijakan Susi sangat bagus.

"Bayangkan ya, kalau ini tidak dilakukan, berapa kapal yang selama ini mencuri ikan, itu masih bertahan di laut?" puji Edhy.


Meski demikian, Edhy sekali lagi menegaskan apa yang disampaikan Fahri merupakan hal wajar mengingat DPR punya fungsi kontrol. Edhy meminta Susi jangan mudah terpancing emosinya.

"Mungkin yang ditanya Pak Fahri itu, selain illegal fishing, apa aja sih kebijakan selama 4 tahun? Kan begitu. Nggak usah kita terpancing," saran Edhy.

Di samping pujian Edhy kepada Susi, ada kritik terselip. Edhy mengatakan kebijakan Susi masih banyak yang ditentang nelayan.

Ketua Fraksi Gerindra DPR itu lalu berbicara tentang larangan penggunaan cantrang. Edhy mengatakan kebijakan itu memang sesuai Keppres Presiden Soeharto, namun dia mengingatkan masih banyak nelayan yang tak bisa mengganti cantrang dengan alat tangkap lainnya.

"Kita tahu yang namanya cantrang ini kan salah, ada keppresnya di zaman Pak Harto, ini harus diganti. Tapi kan dalam kehidupan sekarang ini, menghadapi pengusaha yang begitu masif di tengah laut, nelayan nggak punya alat lain selain cantrang, alat tradisional lainnya nggak mampu," ungkap Edhy.

Edhy juga menyoroti sikap Susi saat didemo nelayan. Edhy meminta perubahan sikap Susi.

"Masak ada sekian nelayan datang ke tempat saya tiba-tiba datang dengan capek-capek dari daerah, Cirebon, Brebes, lapor, 'Pak Edhy, tolong kami.' Masak mereka kita tuduh dibiayai. Kan nggak mungkin," kritik Edhy.

"Sebagai seorang menteri harusnya disikapi dulu, mana. Jangan, 'itu dibayar, itu dibayar'. Yang bayar enak sekali. Nggak selesai masalahnya," pungkas dia.



Next article Next Post
Previous article Previous Post