Jumat, 13 Juli 2018

Inilah Sindiran Pedas Kepada Tim Official Indonesia Setelah Zohri Menang Tapi Seperti Kebingungan Cari Bendera Merah Putih



Bruniq.com - Indonesia melalui atlet lari yang diwakili Lalu Muhammad Zohri berbangga di ajang kejuaraan dunia IAZZ World U20 di Finlandia, Kamis (12/7/2018). Pasalnya, Zohri berhasil meraih emas dalam ajang lomba lari 100 meter.

Kemenangan Zohri pun mendapatkan sorotan dari pelatih di Universitas Virginia, Amerika Serikat. Pelatih dengan akun Twitter @mowad1010 itu mengatakan jika seharusnya ada seseorang yang segera memberinya bendera Polandia setelah ia dinyatakan menang, lalu membalik bendera tersebut.

"Someone should’ve given him a Polish flag then reverse it," tulis akun @mowad1010.

(Seseorang harus memberinya bendera Polandia lalu membaliknya) Hal ini dikarenakan, setelah dinyatakan menang, Zohri tidak kunjung mendapatkan bendera Indonesia.

Biasanya para atlet lari yang dinyatakan menang langsung diberikan bendera nasional negaranya untuk difoto. Bendera Polandia pun dianggap pantas diberikan pada Zohri karena memiliki warna dasar merah putih yang sama.

Tweet tersebut pun mendapatkan balasan dari pengamat politik Burhanuddin Muhtadi. Burhan mengatakan tweet itu merupakan sindiran untuk official Indonesia yang berada bersama Zohri karena tak kunjung memberikan bendera merah putih.

Burhan pun menambahkan, dalam video panjang selepas kemenangan Zohri, dirinya pun tampak celingukan mencari tim official dari Indonesia. Pengamat politik ini juga menambahkan agar hal itu tidak terulang kembali.

"Ini sindiran buat official kita yg tak segera memberikan bendera merah putih ke Zohri.

Lihat video panjangnya memang terlihat Zohri celingukan nyari official dari Indonesia.

Jangan terulang lagi," tulis Burhan Muhtadi.

Pernyataan ini pun juga tampak dari video YouTube yang mengunggah kemenangan Zohri. Akun YouTube Fun Time ID, mengunggah video sebelum dan sesudah Zohri berlaga. Tampak lebih dari tiga menit Zohri mondar-mandir mencari tim officialnya. Ia bahkan terlihat akan menaiki tangga tempat para fotografer berkumpul untuk mencari tim officialnya.

Namun, Zohri pun tidak menemui timnya hanya untuk mendapatkan bendera merah putih. Padahal, dua pemain yang mendapatkan posisi kedua dan ketiga dari Amerika Serikat telah membawa bendera negara mereka.

Sehingga Zohri pun diajak berfoto pemenang kedua dan ketiga dari Amerika tanpa membawa bendera merah putih. Sampai ia akan diwawancarai dari IAAF, Zohri baru mendapatkan bendera merah putih.

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, Baiq Fazilah (29) mengaku langsung menangis dan sujud sukur begitu mengetahui sang adik menjadi juara dunia setelah tercepat nomor lari 100 meter pada ajang IAAF World U20.

"Setelah melihat videonya yang dikirim Zohri melalui WhatsApp, saya langsung menangis dan sujud sukur kepada Allah SWT," ujar Baiq Fazilah di rumahnya di Karang Pansor Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis.

Ia mengaku, bangga atas prestasi yang diraih adiknya Lalu Muhammad Zohri. Apalagi kalau mengingat perjuangan keras adiknya yang berlatih di tengah keterbatasan. Karena untuk berlatih saja, Lalu Muhammad Zohri tidak menggunakan alas kaki, karena tidak memiliki sepatu.

"Dia (Lalu Muhammad Zohri) anaknya pendiam dan tidak pernah menuntut ini itu. Bahkan, kalau berlatih tidak pernah pakai alas kaki (sepatu, red), karena tidak punya," terangnya.

Ia menambahkan, bakat lari adiknya tersebut sudah terlihat sejak Lalu Muhammad Zohri duduk di bangku SMP. Bahkan, guru olahraganya pun sudah memantau bakat adiknya tersebut.

"Untuk berlatih sendiri, adik saya suka latihan lari di pantai Pelabuhan Bangsal, Pemenang," ucapnya.

Lalu Muhammad Zohri merupakan anak ke empat dari empat bersaudara yakni Baiq Fazilah (29), Lalu Ma`rib (28), Baiq Fujianti (Almh) dan Lalu Muhamad Zohri. Lalu Muhammad Zori lahir di Karang Pansor 1 Juli 2000. Kedua orang tua Lalu Muhammad Zohri, yakni Lalu Ahmad Yani meninggal sekitar tahun 2017 dan Ibunya Saeriah juga sudah meninggal sekitar tahun 2015.

"Cita-citanya mau banggakan keluarga dan buatkan rumah," tutur Baiq Fazilah menceritakan pengakuan adiknya.




Next article Next Post
Previous article Previous Post