Jumat, 06 Juli 2018

Ini 'Kesatria' yang Tembak Teroris Pasuruan Pakai Senapan, Meradang Karena Diusir Pakai Bom



Bruniq.com - Ledakan bom di Pasuruan membuat geger warga setempat. Apalagi, pelaku tertangkap basah saat bom itu meledak. SW, merupakan saksi dari ledakan bom di  Pasuruan, Kamis (6/7/2018).

Dilansir Tribunjabar.id dari Surya.co.id, kala itu, SW mendengar ledakan keras dari rumahnya. SW spontan berlari mencari sumber ledakan itu. Setelah 10 meter berlari, ia berhenti di rumah kontrakan dan mendobrak pintunya.

Di balik pintu itu, SW melihat seorang anak yang terluka parah akibat ledakan. Anak itu tampaknya tengah ditolong sang ayah, Anwar. Sementara itu, di dekat mereka, ada istri Anwar yang menangis.
SW pun menduga ledakan itu berasal dari tabung gas elpiji. Hati SW pun tergerak untuk menolong korban ledakan itu. Ia mendekat berniat membantu mengangkat tubuh si kecil yang penuh luka.

Namun, Anwar justru mendorong SW. Ia marah, tak terima atas bantuan SW. Anwar dan SW pun adu mulut di sana. Namun, kemarahan Anwar malah menjadi-jadi.

Ia melempar bom ke arah SW. Bom itu terkena tembok dan meledak. Akhirnya, SW yang berhasil menghindar dari lemparan bom, lari ke luar rumah Anwar.

Kemudian, SW bergegas kembali ke rumahnya. Ia membawa sebuah senapan angin, yang kerap digunakan untuk berburu anjing liar dan babi hutan.

Saat SW keluar rumah lagi, tampak Anwar tengah menakuti warga dan mengejar polisi. Lalu, terdengar lagi ledakan sebanyak dua kali.

Dari sorot matanya, SW pun kembali melihat Anwar yang pulang lagi ke rumahnya. Anwar terlihat mengambil kendaraan dari rumahnya dan kabur. SW pun bergegas, berlari ke ujung gang.

Dari jarak jauh, SW membidik pelaku bom. Ia sengaja mengarahkan tembakan ke jantung Anwar. SW mengaku emosi terhadap Anwar. Ia merasa ditantang, sekaligus geram karena tindakan Anwar yang merugikan nyawa orang banyak.

Hal inilah yang memantapkan keputusan SW menembakan peluru ke tubuh Anwar. Namun, Anwar merunduk saat tembakan itu lepas dari senapan.

Akhirnya, tembakan itu mengenai dada Anwar. Anwar terluka dan sempat oleng. Namun, Anwar malah tetap melarikan diri. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih melarikan diri.

Dia sempat oleng, tapi tetap bisa melanjutkan perjalanannya. Saya yakin, dia terluka terluka parah maksimal besok. Saya yakin dia pasti ke dokter,” kata SW.

Pelaku Menakuti Warga dan Mengejar Kapolsek Bangil

Tindakan Anwar ini mengundang perhatian warga. Warga pun mengejar Anwar dan mengepungnya.
 Namun, Anwar justru menakuti warga. Ia menyodorkan tas hitam dan menyebut isinya adalah bom yang siap meledak.

Ancaman itu membuat warga kocar-kacir ketakutan. Anwar pun kembali melarikan diri. Namun, ada pula sejumlah warga yang kembali mengejarnya. Dada Anwar terkena tembakan senapan angin dan lemparan bambu, tapi Anwar terus melakukan pelariannya.

Kemudian, tibalah Kompol M Iskak, Kapolsek Bangil di TKP. Namun, hal tak terduga justru terjadi secara tiba-tiba. Anwar malah berlari ke arah Kapolsek Bangil. Kapolsek Bangil ini pun berlari dikejar Anwar.

Dilansir Tribunjabar.id dari Surya.co.id, Kompol M Iskak mengaku takut. Ia tahu Anwar adalah pelaku yang dikejar warga dan membawa bom. Kompol Iskak pun lari terbirit-birit melewati gang sempit.

"Jujur saya juga takut. Tapi, saya tidak bisa diam. Saya tahu dia pelaku yang membawa bom itu dari warga. Makanya saya terus lari," ujar Kompol M Iskak.

Ia berlari menempuh jarak satu kilometer. Namun, kecepatan lari Anwar semakin menjadi-jadi. Jaraknya dengan Kompol Iskak pun semakin dekat. Kemudian, ia melempar tas hitamnya ke arah Kompol M Iskak.

Terjadilah ledakan dari tas itu. Ternyata benar, isinya adalah bom. Bom itu meledak di atas trotoar. Lalu bagaimana nasib Kompol Iskak? Ia selamat dari ledakan. Kompol Iskak menghindar sekuat tenaga, berlari dan masuk ke kerumunan warga.




Next article Next Post
Previous article Previous Post