Kamis, 12 Juli 2018

Dicecar Najwa Shihab Soal Ambisi Jadi Presiden, Begini Jawaban Tommy Soeharto



Bruniq.com - Putra sulung mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Soeharto'>Tommy Soeharto mulai aktif dalam politik praktis, setelah  menjabat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya.

Tommy pun rajin mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dalam wawancara bersama Najwa Shihab, Tommy ditanya apakah dirinya punya ambisi menjadi pemimpin negeri ini? Dikutip TribunJakarta.com dari rekaman wawancara Najwa yang tayang Rabu (11/7/2018), tanya jawab dengan Tommy dilakukan di kediaman keluarga Cendana.

"Selain Partai Berkarya, Anda juga masih punya ambisi politik yang lain? Anda ingin jadi presiden?," tanya Najwa Shihab.

"Sementara saya memang tidak mengarah menjadi presiden, kalau memang ada anak bangsa yang baik untuk menjadi kepala negara lebih kami dukung," jawab Soeharto'>Tommy Soeharto.

Tommy mengatakan, menjadi kepala negara bukanlah segalanya.

"Sekarang ini menjadi presiden itu bukan segalanya kok, karena presiden itu sangat tergantung dengan kewenangan di DPR juga," ujar Tommy.

"DPR tidak kompak, tidak mendukung presiden juga siapapun akan sulit berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara ini," tambahnya.

Tak puas dengan jawaban Tommy, Najwa lantas bertanya kembali terkait dorongan dirinya maju dalam laga pemilihan presiden.

"Tapi beberapa kader Partai Berkarya jelas-jelas menginginkan ketua umumnya untuk menjadi presiden," kata Najwa.

Belum selesai Najwa menyampaikan pertanyaan, Tommy langsung menjawabnya. Tommy menegaskan, Indonesia membutuhkan sesuatu yang berbeda. Maka dari itu, pihaknya tengah mempersiapkan strategi yang lebih matang.

"Ya kalau individu perseorangan saya rasa boleh-boleh saja itu, tapi kita harus berpikir realistis juga bahwa negara ini menuntut yang berbeda, maka kita harus mempunyai strategi yang lebih matang," kata Tommy. Namun lagi-lagi jawaban Tommy tersebut tidak membuat Najwa puas.

"Tapi keinginan itu dalam hati?," tanya Najwa.

Mendapat pertanyaan beruntun dari Najwa terkait kabar yang menyebutkan keinginannya menjadi presiden, Tommy dengan santai menjawab bahwa dirinya lebih senang menjadi pengusaha dibandingkan politikus.

"Saya lebih ingin menjadi pengusaha daripada politikus. Tapi keadaan tadi. Negara kalau dibiarkan, kita sangat memprihatinkan," jawab Tommy.

Mendengar jawaban Tommy, Najwa pun berusaha menggali lebih dalam.

"Berarti nanti mungkin saja Anda akan menggunakan alasan keadaan untuk kemudian mengiyakan dorongan menjadi presiden?," tanya Najwa.

"Saya kira itu terlalu pagi untuk dibahas mbak Nana," jawab Tommy sambil tersenyum.



Next article Next Post
Previous article Previous Post