Selasa, 05 Juni 2018

Woww!! Usai Bertemu Jokowi. PA 212 Yakin Amien Rais....

Bruniq.com Jakarta - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menanggapi rencana pertemuan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Slamet meyakini Amien bukan teman yang balik kanan.

"Kalau memang Pak Jokowi mau silaturahim ya silakan sah-sah saja, nggak jadi masalah bagi kita karena kami yakin insyaallah Pak Amien nggak akan balik kanan, akan lurus dengan apa yang selama ini kita perjuangkan," tutur Slamet kepada wartawan di Jalan Raya Condet, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018).


Slamet mengaku tak mempermasalahkan pertemuan Amien yang menjabat Ketua Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 dengan Jokowi. Menurutnya, jika ada tamu yang datang maka harus diterima.

"Pak Amien mempersilakan kalau datang ke rumahnya, jadi kalau Pak Jokowi mau hadir ke rumahnya silaturahim silakan. Karena kan kewajiban kalau ada tamu diterima," kata dia.


Konferensi pers PA 212Konferensi pers PA 212 (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)

Meski begitu, Slamet menilai tidak mungkin Amien Rais akan menemui Jokowi di Istana Presiden. Namun Jokowi yang seharusnya mendatangi rumah Amien Rais.

"Silakan saja kalau memang mau ke rumah. Tapi jangan harap Pak Amien yang akan hadir di Istana atau di tempatnya Pak Jokowi. Tapi kalau Pak Jokowi mau ke rumah silakan," ujar Slamet.


Diketahui, Amien Rais masih membuka pintu silaturahmi dengan Jokowi. Syaratnya, Jokowi harus datang ke kediamannya di Yogyakarta.

Saat pertemuan nanti, Amien akan menyampaikan banyak hal kepada Jokowi. Dia menyebut membuka kemungkinan berdialog dengan tokoh yang kerap dikritiknya itu.

Sebelumnya, Slamet menjelaskan fenomena teman balik kanan disebabkan tergiur tawaran jabatan. Ungkapan ini pertama kali diucapkan Amien usai pulang umrah beberapa waktu lalu. Sama seperti Amien, Slamet juga tak menunjuk langsung siapa sosok teman balik kanan. Dia hanya memberi garis besar, sosok teman balik kanan ini merupakan sosok yang kini kerap memberikan statement menyerang PA 212.


"Beliau melihat di negara kita kawan kita beliau pantau. Beliau tidak sebutkan namanya, awalnya satu gerbong gerakan kita, satu gerbong pergerakan aksi 212 karena satu hal kemudian berlawanan arah pemikiran," kata Slamet.


Next article Next Post
Previous article Previous Post