Rabu, 13 Juni 2018

Tulisan Yang Sangat Menyentuh Oleh Manuel Mawengkang , Menteri PUPR Basuki Hadimuljono: “Visi Saya Visi Presiden”

Loading...


Bruniq.com - Adalah seorang seniman, musisi sekaligus Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, bapak yang benar-benar membangun infrastruktur di Indonesia memberikan pengakuan terhadap gelar yang ia dapatkan. Banyak orang yang menyebut-nyebut bahwa Basuki adalah bapak infrastruktur di Indonesia. Lantas apa yang menjadi tanggapan dari Basuki?

Visi saya adalah visi presiden, saya tidak punya visi, saya hanya menjalankan apa yang jadi visi Presiden

Kerendahan hati dari Basuki Hadimuljono, menjadi kerendahan hati dan teladan yang perlu dipertahankan. Menjadi bawahan presiden Jokowi itu sangat menggoda. Para menteri akan disorot. Para menteri akan mendapatkan perlakuan spesial, di samping nyinyiran yang dilakukan oleh kaum minoritas.

Menteri mendapatkan banyak pujian dan kredit terhadap apa yang mereka kerjakan. Mereka sebagai pembantu presiden, adalah sosok yang akan banyak mendapatkan hadiah dan pujian.

Tidak mudah untuk tetap waras dan tetap rendah hati sebagai bawahan Presiden. Tidak sedikit juga para netizen dan para social media influencer yang belum apa-apa sudah jumawa dan sombong. Menjadi sosok yang dekat kepada Jokowi, adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

Untuk rendah hati sangat sulit. Bahkan kita cenderung untuk menjadi jumawa dan riya. Mengapa? Karena kita ini nebeng ketenaran Joko Widodo. Sebagai penulis Seword, penulis pun terkadang merasa bahwa membela Jokowi adalah hal yang sangat membanggakan.

Sangat membanggakan jika menjadi sosok yang membela Jokowi. Di samping hujatan dan fitnahan yang menyerang kami para pendukung Jokowi, ada angin segar. Setidaknya kami bisa menjadi sosok yang berpengaruh dan melawan arus fitnahan.

Bahkan untuk menjadi sosok yang berdiri di samping Jokowi saja sudah cukup dalam membuat kita di atas angin. Menjadi sosok pendukung Jokowi, adalah kenikmatan tersendiri. Semakin lama, Indonesia semakin maju. Menjadi orang yang berbagian dalam memajukan bangsa, itu adalah hal yang menarik.

Tentu hal ini juga dirasakan oleh Basuki Hadimuljono, orang terdekat dari Jokowi. Basuki adalah sosok yang paling memengaruhi kepuasan para warga Indonesia.

Bagaimana tidak? Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini adalah sosok yang paling krusial dalam menjalankan program pembangunan infrastruktur.

Visi dari Jokowi yang memfokuskan kepada infrastruktur, merupakan sebuah visi yang ditopang langsung oleh Basuki Hadimuljono. Seharusnya Basuki memiliki modal dan kekuatan untuk “menjual diri”.

Tapi apakah nama baik, nama partai, pengakuan, dan penghargaan yang menjadi tujuan utama Basuki Hadimuljono? Tidak. Menteri PUPR ini malah mengatakan bahwa ia mengatakan bahwa dirinya tidak ada visi. Visinya hanya menjalankan visi Jokowi. Ini adalah pengakuan luar biasa.

Basuki berbeda sekali dengan pihak-pihak oposisi dari Jokowi. Kepentingan politik dan perhitungan politik tentu ada. Namun Basuki hanya berfokus kepada tugasnya yang dipercayakan dan diamanatkan oleh Jokowi, sebagai Presiden RI.

Berbeda dengan para oposisi yang memanfaatkan momen lebaran untuk kampanye ganti presiden, Basuki berfokus kerja saja. Ini adalah bentuk yang paling tinggi dari berpolitik.

Karena esensi dari politik sejatinya adalah kemanusiaan. Poltiik yang adalah kemanusiaan, menjadi politik yang dikerjakan oleh Joko Widodo.

Bulan Ramadan ini, menjadi bulan yang begitu baik bagi jutaan penduduk Indonesia. Politisasi spanduk pun terjadi, baik dari kubu pendukung atau oposisi Joko Widodo. Perang spanduk pun tidak terhindarkan. Akan tetapi perang spanduk ini adalah kebebasan berekspresi.

Saat ini, bawaslu menilai bahwa perang spanduk ini adalah bentuk kedewasaan berpolitik. Masing-masing pendukung tokoh tertentu, harus menahan diri. Kampanye pun masih lama.

Akan tetapi, Basuki tidak terpancing untuk melakukan hal tersebut. Basuki Hadimuljono pun tetap fokus menjamin warga yang mudik, dapat melakukan mudik dengan lancar, melalui jalur darat.

Menteri yang bekerja, tidak menjadi sosok yang haus kekuasaan. Basuki tahu posisinya, dan ia mengerti bagaimana menempatkan dirinya dengan baik dan dengan pantas.

Ia tahu apa yang ia kerjakan. Ia tahu apa yang ia lakukan, dan ia tahu bagaimana harus menghadapi tugas-tugas yang dipercayakan Jokowi kepada dirinya.

Angka-angka ada di kepala Basuki Hadimuljono. Angka-angka pengunjung yang masuk ke tol, keluar dari Jakarta, dan masuk ke Jakarta, dan berbagai angka-angka dipikirkan oleh Menteri Basuki.


Basuki seolah tidak ada sedikitpun ketertarikan untuk memikirkan pencapresan, dan tidak ada niat sama sekali untuk jumawa. Inilah manusia sejati!

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post