Selasa, 05 Juni 2018

Telak!! Masak Pemerintah Urus Foto IG Amien-Rizieq? Jangan GR Deh!

Bruniq.com Jakarta - Penguasa dituding berada di balik hilangnya foto pertemuan antara Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, dan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menegaskan pemerintah tak punya waktu mengurus hal itu. 

"Menyangkut tuduhan Amien Rais jangan gede rasa, jangan GR deh! Pemerintah dan menteri kita itu punya banyak kerjaan dan emang nggak ada kerjaan dia mau ngurus-ngurus yang begitu," kata Ngabalin saat dihubungi, Selasa (5/6/2018).

Ngabalin mengingatkan pihak yang menuding-nuding pemerintah agar menahan diri. Jangan sampai karena fitnah jadi menodai kesucian Ramadan. 


"Sudah deh jangan gede rasa. Ini bulan Ramadan, jadi jangan banyak menyebar fitnah, jangan berprasangka buruk, normal-normal saja hidup itu, coba dicek apakah bisa fotonya ter-upload atau tidak. Masak iya pemerintahngurusin foto di IG? Jangan gede rasa, jangan menyebar fitnah," tegasnya.

"Menkominfo Rudiantara itu sibuknya minta ampun, boro-boro dia duduk ngurusin yang begitu. Jangan gede rasa, jangan GR deh!" ucap Ngabalin. 


Sebelumnya, anak Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, menyebutkan hilangnya foto pertemuan itu karena Instagram dipesan yang berkuasa. Hanum juga menyebut ada sistem yang mendeteksi wajah Habib Rizieq sehingga foto itu hilang dari Instagram.

"Truth is: IG telah dipesan oleh "pemesan yang berkuasa" untuk membuat algoritma face detect utk HRS jadi bukan karna di report rame2, tapi memang sistem bekerja, terutama jika engagement tinggi (jumlah like dan komen) mesin akan menghapus," tulis Hanum di akun Twitter-nya, Senin (4/6).

Dihubungi terpisah, pihak Instagram membenarkan posting-an foto di akun itu hilang. Tapi itu bukan kesengajaan dari pihak Instagram.

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif juga menyebut hilangnya foto itu karena ulah rezim yang panik. "Sudah (dapat laporan), kelihatan rezim dan cebongnya panik dan ketakutan," kata Slamet lewat pesan singkat kepada detikcom, Senin (4/6).

Politikus Gerindra Andre Rosiade mengatakan hal senada. Andre menilai 'penguasa' ikut campur dalam penghapusan foto ini.

"Ada indikasi bahwa foto ini bikin 'panik' penguasa, sehingga patut diduga 'penguasa' ikut serta dalam kasus ini," ujar anggota badan komunikasi DPP Gerindra itu kepada wartawan, Selasa (5/6).


"Lagi dicek kenapa di-take down. Kemungkinan ini berdasarkan laporan pengguna," ujar perwakilan Instagram saat dihubungi pada Senin siang (4/6).


Next article Next Post
Previous article Previous Post