Selasa, 19 Juni 2018

Teddy Gusnaidi dan Faizal Assegaf Spontan Respon Cuitan SBY Soal Penguasa yang Melampaui Batas, Ini Kata Mereka



katipol.com - Dewan Pakar DPN PKPI Teddy Gusnaidi memberikan komentarnya terkait pernyataan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di akun Twitter.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia ungkapkan melalui akun Twitter @TeddyGusnaidi yang diunggah pada Senin (18/6/2018).

Mulanya, Ketua Umum Partai Demokrat, SBY menuliskan cuitannya terkait penguasa yang melampaui batasannya, melalui akun Twitter, @SBYudhoyono, yang diunggah pada Senin (18/6/2018).

Dalam postingannya tersebut, SBY memperhatikan banyak penguasa yang melampaui batasannya sehingga mencederai keadilan dan akal sehat.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa rakyat tidak berdaya dalam menghadapi penguasa yang seperti itu.

Namun, SBY mengingatkan agar penguasa itu untuk lebih takut kepada Tuhan.

"Saya perhatikan, banyak penguasa yang lampaui batas sehingga cederai keadilan dan akal sehat. Mungkin rakyat tak berdaya, tapi apa tidak takut kpd Tuhan, Allah SWT ? *SBY* tulis Susilo Bambang Yudhoyono.

Atas postingan itu, Teddy Gusnaidi mengatakan jika SBY sekarang semakin bijak.

Hal itu ditunjukkan dengan sikapnya yang tidak menuding banyak pihak.

Teddy mengurai bahwa SBY sudah berkuasa selama 10 tahun, dan hal itu bisa dijadikan pelajaran bagi penguasa setelahnya.

Menurutnya, jarang ada orang yang mau mengkritisi dirinya sendiri.

"Pak @SBYudhoyono semakin tua semakin bijak. Tidak lagi menuding sana-sini, tapi mulai mengingatkan dirinya yang pernah berkuasa selama 10 tahun, untuk bisa dijadikan pelajaran bagi penguasa setelah dirinya.

Jarang loh, orang yang mau mengkritisi diri sendiri.
@PDemokrat," tulis Teddy Gusnaidi.

Tak hanya itu, Ketua Progres 98 Faizal Assegaf juga memberikan komentarnya terkait pernyataan mantan presiden RI itu.

Hal itu dituliskan melalui akun Twitter pribadinya, @faizalassegaf, yang diunggah pada Senin (18/6/2018).

Faizal mengatakan jika di era kekuasaan Jokowi, masyarakat bisa bebas mengoreksi tanpa adanya intimidasi secara semena-mena.

Namun, menurut dia, di era SBY, kekuasaan terbukti melampaui batas.

Akibatnya banyak kader Demokrat yang terlibat Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) dan menjadi aktor utama skandal Century yang kebal hukum.

"Justru di era kekuasan JKW, rakyat sangat perkasa hingga bebas mengoreksi kekuasan tanpa adanya intimidasi scr semena-mena. Sebaliknya di era SBY, kekuasaan terbukti melampui batas, akibatnya banyak kader Demokrat trlibat KKN & aktor utama skandal Century jd kebal hukum. *FA* cuit Faizal Assegaf.

Dalam postingan selanjutnya, Faizal juga menuturkan jika pernyataan itu menjadi bukti bahwa SBY sedang iri dengan prestasi luar biasa Jokowi.

"Pernyataan Pak @SBYudhoyono tsb, terbukti galau, bahasa tegas saya: Culas!

Sbb terkesan begitu iri & tidak fair atas prestasi luar biasa dari @jokowi yg berhasil dgn aneka terobosan pembangunan.

Sementara 10 thn SBY, rakyat dibuat tdk berdaya dgn politik licik & koruptif!


"Kalau rakyat mengoreksi arogansi @SBYudhoyono lantas dituding menjilat JKW utk target mengais jabatan. Maka kami persilakan SBY direkrut jd Komisaris.

Dengan demikian SBY mungkin akan berhenti menghasut rakyat untuk membenci presiden @Jokowi. Monggo pak!

*FA* tandas dia.



Next article Next Post
Previous article Previous Post