Senin, 04 Juni 2018

Mengejutkan!! Kampusnya Dituding Tersusupi Radikalisme, Ini Tanggapan Rektor ITS

Bruniq.com Surabaya - Beberapa waktu lalu Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyebutkan ada tujuh universitas dan institut di Indonesia yang sedang diawasi lantaran dinilai telah terpapar paham radikalisme. Dua di antaranya ada di Surabaya, yaitu Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. 

Menanggapi hal ini, Rektor ITS Prof Joni Hermana mengatakan selama ini kondisi kampusnya justru kondusif dan adem ayem. Ia juga mengaku tidak melihat adanya aktivitas mencurigakan di kampusnya. Saat dimintai pendapat, Joni juga mengaku tengah menunggu data resmi dari BNPT. 

"Saya lebih baik menunggu BNPT untuk mengeluarkan datanya dulu saja. Soalnya selama ini saya merasa suasana kampus ITS kondusif, adem ayem," ujar Prof Joni saat dihubungi detikcom, Senin (4/5/2018).

Kendati kabar tersebut telah menyebar di beberapa media massa, Joni mengaku dirinya dan para civitas akademika senantiasa memberikan pendampingan untuk aktivitas mahasiswa. Hal ini dilakukannya guna mengontrol seluruh aktivitas mahasiswa. 

"Tapi kata BNPT tersusupi? Kami di ITS selalu melakukan pendampingan terhadap aktivitas mahasiswa," tambahnya. 

Tak hanya itu, pihaknya juga selalu melakukan pengelolaan kepada siapa saja yang akan dijadikan mentor. Mentor ini biasanya akan melatih sebuah tim yang mana anggotanya terdiri dari dosen dan mahasiswa. 

"Dan kami juga melakukan pengelolaan terhadap siapa saja yang akan dijadikan mentor oleh sebuah tim yang anggotanya terdiri dari dosen, dan mahasiswa," lanjut Joni. 

Upaya-upaya ini, tambah Joni, dilakukan untuk menangkal adanya upaya penyusupan terhadap pemahaman dan aliran radikal. Hal ini diakui Joni sudah dilakukan sejak ia menjabat sebagai rektor ITS di tahun 2015.

"Keterlibatan aktif di kampus kami dimaksudkan sebagai upaya aktif dalam menangkal adanya upaya penyusupan terhadap pemahaman dan aliran yang radikal. Setidaknya itu sudah dilakukan sejak saya menjadi Rektor tahun 2015," katanya. 

Untuk itu, Joni mengaku heran ketika BNPT mengeluarkan pernyataan jika kampusnya tersusupi radikalisme. Karena selama ini, ia dan mahasiswa mengaku merasa aman dan nyaman selama di kampus. 

"Karena itu saya heran kalau sekarang dikatakan kampus kami tersusupi radikalisme. Kami di kampus merasa nyaman dan aman selama ini. Dan kami ingin tetap menjaganya seperti itu," tutupnya.


Next article Next Post
Previous article Previous Post